Sesampainya di tempat tes, seluruh barang bawaannya ditahan. "Untung cuma uang Rp150 ribu, kalau hilang ya sudahlah," batinnya waktu itu. Pada tes akhir, penyeleksi bertanya, "Siapa orang tuamu?"
"Guru," jawab Revi.
Baca Juga:
"Berapa uangmu sampai di sini?"
"300," ujar Revi.
Baca Juga:
"300 juta?"
"Tidak, 300 ribu. 150 ribu untuk kesehatan, 150 ribu ongkos dari Bandung ke Semarang."
Setelah itu penyeleksi berkata, "Sekarang kau keluar dan teriak bahwa kau tidak lulus."
Merasa harapannya untuk kuliah akan kembali terbuka, Revi langsung keluar ruangan dan berteriak lantang, "Horeeee aku tidak lulus!"
Padahal itulah bagian dari tes mental. Karena kejujuran, spontanitas, dan keteguhan hatinya, Revi justru dinyatakan lulus sebagai taruna Akpol.
Di balik keberhasilannya itu, ternyata fisiknya telah ditempa sejak SMA. Selama tiga tahun penuh, ia berjalan kaki 3 kilometer pergi dan 3 kilometer pulang menuju sekolah setiap hari. "Fisik saya ditempa alam sendiri," ujarnya.
Tags
beritaTerkait
komentar