Selasa, 21 April 2026

Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Halimatussa'diah Ajak Perempuan Berproses dari Bawah

Faliruddin Lubis - Selasa, 21 April 2026 07:08 WIB
Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Halimatussa'diah Ajak Perempuan Berproses dari Bawah
Wiwin
Kepala Divisi Sistem Manajemen Perumda Tirtanadi Sumut, Halimatussa'diah, S.E., M.M., mengajak kaum perempuan untuk tidak takut memulai karier dan berproses dari bawah demi mewujudkan kemandirian di momentum Hari Kartini.

POSMETRO MEDAN, Medan - Di balik operasional besar Perumda Tirtanadi Sumatera Utara (Sumut), terdapat sosok perempuan tangguh yang telah mendedikasikan lebih dari separuh usianya untuk melayani masyarakat.

Dia adalah Halimatussa'diah, S.E., M.M., Kepala Divisi Sistem Manajemen, yang akrab disapa Lili. Kisahnya adalah potret nyata semangat Kartini modern, mandiri, terus belajar, dan mampu berdiri sejajar dalam dunia profesional tanpa melupakan kodratnya.

Lulusan program D-3 Kesekretariatan Universitas Sumatera Utara (USU) ini memulai langkahnya di Tirtanadi pada tahun 1997.

Baca Juga:

Tidak langsung berada di posisi nyaman, Lili merasakan ketatnya persaingan sejak awal, menyisihkan ribuan pelamar melalui berbagai tahapan seleksi yang panjang. Dari ribuan pelamar, terpilih hanya sekitar 80-an orang, Lili salah satunya.

"Saya mulai dari bawah sekali. Waktu itu di perusahaan farmasi, usia juga masih 21 atau 22 tahun. Barulah 2 tahun kemudian bergabung dengan Perumda Tirtanadi di Sumut. Saya bertugas sebagai operator telepon yang harus ramah menghadapi berbagai karakter pelanggan meski hanya lewat suara," kenang perempuan berusia 53 tahun itu saat ditemui di Kantor Perumda Tirtanadi Sumut di Medan, Kamis (16/4/2026).

Baca Juga:

Kariernya kemudian berkembang menjadi sekretaris direksi, sebuah posisi yang menuntutnya untuk belajar cepat dan disiplin tinggi karena bersinggungan langsung dengan pengambil kebijakan perusahaan.

Dua puluh delapan tahun bukan waktu yang singkat. Lili pernah melewati momen-momen yang menguji nyali, mulai dari dimarahi atasan hingga menghadapi pelanggan yang emosional.

Ia mengenang masa tugasnya di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal tahun 2007, saat ia harus melerai pelanggan yang datang dengan penuh amarah.

"Pernah ada pelanggan datang membawa senjata tajam karena kalap masalah air. Sebagai bagian umum saat itu, jantung saya berdegup kencang, tapi kita harus tetap melerai dan menghadapi situasi dengan kepala dingin. Kita harus hadapi, meskipun pelanggan tersebut salah masuk sebenarnya. Semestinya komplain ke kantor Cabang Pemasaran Sunggal," ujarnya.

Baginya, setiap tantangan adalah SOP (Standard Operating Procedure) kehidupan yang harus dipelajari agar ke depannya bisa bekerja lebih aman dan profesional.

Perempuan Pegang Posisi Kunci

Di Perumda Tirtanadi Sumut, perempuan dengan bintang Sagitarius itu melihat bahwa peran perempuan kini sudah sangat setara dengan laki-laki. Banyak posisi kunci, mulai dari kepala bagian, kepala bidang, kepala cabang hingga kepala divisi, yang kini dipercayakan kepada kaum hawa.

"Di sini tidak ada perbedaan. Kalau rapat harus sampai malam, ya kita jalani bersama. Hak dan kewajiban pun sama," tegasnya.

Baginya, perempuan saat ini jauh lebih maju dan mandiri secara ekonomi maupun pendidikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Sosok Ibu, Istri, dan "Bestie" bagi Keluarga

Meski memegang tanggung jawab besar di kantor, Lili tetaplah seorang ibu yang hangat bagi anak-anaknya. Ia memberikan kebebasan penuh bagi mereka untuk memilih jalur Pendidikan.

Meski berbeda dengan dirinya yang mendalami ilmu manajemen, anak-anaknya justru memilih untuk menekuni bidang teknik. Selain itu, ia selalu menjadi istri yang mengedepankan komunikasi. Baginya, suami adalah 'bestie' atau sahabat terbaik tempat berbagi hingga usia senja.

"Kodrat perempuan seperti melahirkan dan mengurus anak itu harus kita terima dengan senang hati. Namun, perempuan juga harus punya kekuatan untuk mandiri dan berkarier. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan, jadi memiliki kemandirian adalah bentuk kesiapan kita sebagai perempuan," tambahnya.

Pesan Kartini untuk Generasi Muda

Menutup perbincangan, Lili menitipkan pesan bagi perempuan-perempuan di luar sana agar tidak pernah menyerah dan jangan terlalu pemilih dalam memulai pekerjaan.

"Jangan pilih-pilih pekerjaan di awal. Apa yang ada, jalani dulu dengan jujur, rajin, dan sesuai prosedur. Jadikan itu pengalaman. Jika ada kegagalan atau dimarahi, jangan langsung 'down'. Besok adalah hari baru, mulai lagi dengan semangat baru," tutup alumni Magister Manajemen (S-2) Universitas Darma Agung itu.

Kisah Halimatussa'diah mengajarkan kita bahwa menjadi perempuan hebat tidak butuh privilege khusus sejak lahir, melainkan ketekunan, kejujuran, dan kemauan untuk terus memperbarui diri di tengah perubahan zaman. (Win)

Tags
beritaTerkait
Teruslah Menjadi Perempuan Yang Berani Bermimpi Dan Berjuang, Perempuan Hebat Tak Pernah Berhenti Melangkah
Semangat Kartini di Tirtanadi Sumut, Nurleli Buktikan Ketangguhan Perempuan Dalam Dunia Teknik Sipil
Kementerian ATR/BPN Dukung Kebun Pangan Lokal Perempuan
Direksi Tirtanadi Hadiri Rapat Pansus LKPJ Gubernur Sumut 2025 di DPRD Provsu
Doa dan Ikhtiar Mampu Loloskan Alumni MAN Asahan Tembus IPDN
Viral! Cewek Diduga Alami Gangguan Kejiwaan Joget Hanya Pakai Bra dan Celdam di Acara Dangdutan
komentar
beritaTerbaru