Rabu, 17 Juni 2026

Pelatih Mozambik Yakin Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Ini Alasannya

Administrator - Rabu, 10 Juni 2026 12:46 WIB
Pelatih Mozambik Yakin Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030, Ini Alasannya
Istimewa
Gelandang serang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, beraksi pada laga Indonesia vs Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (9/6/2026).

POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Kekalahan dari Tim nasional (Timnas) Indonesia tidak menghalangi pelatih Timnas Mozambik, Chiquinho Conde, untuk memberikan pujian setinggi langit bagi Skuad Garuda. Conde secara terang-terangan mengaku sangat yakin bahwa Timnas Indonesia memiliki kualitas yang mumpuni untuk lolos ke putaran final Piala Dunia 2030 yang akan diselenggarakan di Maroko, Portugal, dan Spanyol.

Keyakinan besar tersebut diungkapkan oleh Chiquinho Conde setelah tim asuhannya menelan kekalahan tipis 0-1 dari Indonesia dalam laga bertajuk FIFA Matchday yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam.

Gol tunggal yang mengandaskan Mozambik dicetak oleh penyerang Ole Romeny pada menit ke-12. Melihat komposisi pemain dan dinamika permainan anak asuh John Herman, Conde menilai masa depan sepak bola Indonesia sangat cerah menuju pentas dunia.

"Saya pikir begitu, Indonesia, dengan staf pelatih seperti yang mereka miliki sekarang, saya pikir dengan pemain-pemain yang bagus dan kuat, dan mereka pasti akan mampu lolos pada tahun 2030," kata Chiquinho Conde dalam jumpa pers pascapertandingan di SUGBK, Selasa (9/6/2026), dilansir dari Antara.

Memiliki ambisi sejarah yang sama untuk Piala Dunia 2030

Sama halnya dengan Indonesia, Timnas Mozambik sejauh ini juga belum pernah mencicipi atmosfer putaran final Piala Dunia sepanjang sejarah sepak bola mereka. Pada babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelumnya, kedua tim sama-sama menemui jalan buntu. Langkah Timnas Indonesia terhenti di babak kualifikasi putaran keempat zona Asia setelah ditumbangkan oleh Arab Saudi dan Irak.

Di sisi lain, Mozambik juga gagal melaju ke putaran final lantaran hanya mampu finis di peringkat ketiga klasemen Grup G pada babak kualifikasi zona Afrika, di bawah Aljazair dan Uganda.

Meski demikian, Conde yang telah menukangi Mozambik sejak Juli 2021 ini berharap kegagalan masa lalu tersebut bisa ditebus pada edisi Piala Dunia 2030 mendatang. Ia bahkan memimpikan kedua negara bisa berada dalam satu grup di putaran final nanti.

"Semoga kita bertemu di Portugal, Spanyol dan Maroko. Mozambik dan Indonesia berada di grup yang sama," ucap Conde.

Kagum dengan suporter Garuda

Selain faktor teknis di lapangan, keyakinan Chiquinho Conde terhadap kebangkitan sepak bola Indonesia juga didasari oleh militansi luar biasa dari para suporter di stadion. Pada pertandingan malam itu, tercatat sebanyak 29.889 penonton hadir memadati tribun SUGBK.

Jumlah ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan dibandingkan saat Indonesia menaklukkan Oman dengan skor 3-0 pada Jumat (5/6/2026) lalu, yang dihadiri oleh 23.677 penonton.

Atmosfer riuh dan dukungan tanpa henti dari puluhan ribu suporter tersebut dinilai Conde menjadi modal krusial bagi ekosistem sepak bola Indonesia untuk terus berkembang ke level tertinggi. "Para penonton bersorak sangat, sangat antusias untuk tim Indonesia, yang sangat bagus untuk tim yang sedang berkembang," ujarnya.

"Dan saya pikir itulah yang mendefinisikan sebuah tim. Bukan hanya para pemain, harus ada simbiosis antara para pemain, penonton, dan seluruh struktur," tutur Conde memungkasi jalannya konferensi pers.

Berkat kemenangan atas Mozambik lewat gol Ole Romeny tersebut, Indonesia tidak hanya mendapat modal kepercayaan diri dari pelatih lawan, tetapi juga sukses menambah 5,69 poin yang mendongkrak posisi peringkat Indonesia di ranking FIFA naik ke peringkat 118 dunia dengan total koleksi 1.157,14 poin.

(wan/bbs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru