Meski sedang dilanda duka mendalam, pemain berusia 27 tahun itu tetap memutuskan membela negaranya di panggung Piala Dunia.
Profesionalisme Gakpo terlihat saat ia tampil penuh semangat dan berhasil mencetak gol penting ke gawang Maroko.
Baca Juga:
Selebrasi emosional yang dilakukan usai mencetak gol pun menjadi sorotan. Banyak yang baru mengetahui bahwa ekspresi tersebut bukan hanya luapan kebahagiaan karena mencetak gol, tetapi juga bentuk penghormatan kepada calon buah hatinya yang telah berpulang.
Sepanjang Piala Dunia 2026, Gakpo menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Oranje. Sebelumnya ia mencetak dua gol saat Belanda mengalahkan Swedia di fase grup, hasil yang membawa timnya lolos sebagai juara grup.
Baca Juga:
Sayangnya, performa apik Gakpo belum cukup membawa Belanda melangkah lebih jauh. Kekalahan lewat adu penalti dari Maroko membuat perjalanan Oranje harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.
Di balik sorotan pertandingan, kisah Gakpo mengingatkan bahwa para pesepak bola juga menghadapi ujian besar dalam kehidupan pribadi. Bermain di turnamen terbesar dunia sambil memikul duka kehilangan calon anak tentu bukan hal yang mudah.
Dukungan pun mengalir dari para penggemar sepak bola di berbagai negara. Banyak yang menyampaikan belasungkawa kepada Gakpo dan keluarganya, sekaligus memberikan apresiasi atas keteguhan sang penyerang yang tetap turun ke lapangan di tengah cobaan yang begitu berat.
Bagi Gakpo, Piala Dunia 2026 akan selalu dikenang bukan hanya karena berakhir dengan kegagalan Belanda melaju ke babak berikutnya, tetapi juga sebagai turnamen yang diwarnai salah satu kehilangan terbesar dalam perjalanan hidupnya. (JawaPos)
Tags
beritaTerkait
komentar