Perjalanan Elfath menuju level tertinggi dunia ternyata tidak dimulai dari dunia perwasitan. Ia sempat bermain sebagai penyerang untuk klub amatir Austin Lightning di USL League Two sebelum akhirnya memutuskan menjadi wasit.
Keputusan itu muncul karena dirinya sering tidak puas terhadap keputusan pengadil pertandingan. "Saya adalah pemain yang temperamen," kata Elfath dalam wawancara dengan Austin Chronicle pada 2022.
Baca Juga:
Ia melanjutkan, "Saya selalu mengeluh kepada orang yang menjalankan liga, dan suatu hari dia berkata, 'Hei, kamu selalu mengeluh, sebaiknya kamu jadi wasit saja.'"
Setelah mengikuti pelatihan wasit, Elfath mulai memimpin pertandingan usia muda, kompetisi sekolah hingga liga semi-profesional.
Baca Juga:
Di saat bersamaan, ia tetap bekerja penuh waktu sebagai sales di bidang teknologi informasi (IT sales) sebelum akhirnya memilih fokus menjadi wasit profesional.
Kariernya terus berkembang hingga dipercaya menjadi ofisial keempat Major League Soccer (MLS) pada 2011. Setahun kemudian, ia resmi menjadi wasit utama di kompetisi kasta tertinggi Amerika Serikat.
Jadi Bagian Sejarah VAR hingga Dua Kali Wasit Terbaik MLS
Karier Ismail Elfath semakin menanjak ketika resmi menyandang lisensi FIFA pada 2016. Pada tahun yang sama, ia juga menjadi bagian dari sejarah sepak bola dunia.
Elfath menjadi wasit dalam pertandingan USL antara New York Red Bulls II melawan Orlando City B yang mencatat penggunaan Video Assistant Referee (VAR) pertama di lapangan dalam pertandingan resmi sepak bola dunia.
Selama lebih dari satu dekade memimpin pertandingan MLS, reputasinya terus meningkat. Ia bahkan dua kali dinobatkan sebagai MLS Referee of the Year, masing-masing pada 2020 dan 2022.
Tags
beritaTerkait
komentar