Martínez membukukan 11 penyelamatan sepanjang pertandingan. Salah satu aksi terbaiknya terjadi pada masa injury time babak kedua ketika ia terbang menepis tendangan bebas Lamine Yamal yang mengarah ke pojok gawang.
Penampilan luar biasa Martínez membuat Argentina mampu bertahan hingga extra time. Namun tekanan tanpa henti dari Spanyol akhirnya berhasil mematahkan pertahanan juara bertahan tersebut.
Baca Juga:
Situasi Argentina semakin sulit setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua pada menit-menit akhir waktu normal. Gelandang Chelsea itu harus meninggalkan lapangan sehingga Argentina bermain dengan 10 orang.
Meski kalah jumlah pemain, Argentina masih memiliki peluang menyamakan kedudukan pada penghujung extra time.
Baca Juga:
Lionel Messi mengirimkan dua sepak pojok beruntun, tetapi kesempatan terbaik yang didapat Giuliano Simeone justru melambung di atas mistar.
Ferran Torres Jadi Penentu Sejarah La Roja
Ferran Torres kembali membuktikan kualitasnya sebagai penyerang tajam di laga besar. Golnya pada menit ke-106 menjadi pembeda sekaligus mengantar Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Gol tersebut juga menjadi salah satu momen paling penting dalam karier pemain berusia 26 tahun itu.
Di tengah tekanan final yang berlangsung ketat, Torres mampu memanfaatkan peluang pertama yang benar-benar bersih menjadi gol kemenangan.
Kontribusi Nico Williams juga layak mendapat sorotan. Winger Athletic Club itu menjadi kreator gol lewat sundulan yang mengarah tepat ke kaki Torres sebelum sang striker menyelesaikannya dengan sempurna.
Tags
beritaTerkait
komentar