Selasa, 21 Juli 2026

Wacana Piala Dunia 64 Tim Kembali Menguat, Presiden FIFA Dihantam Gelombang Penolakan

Faliruddin Lubis - Selasa, 21 Juli 2026 06:36 WIB
Wacana Piala Dunia 64 Tim Kembali Menguat, Presiden FIFA Dihantam Gelombang Penolakan
X@David_Ornside
Presiden AS Donal Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino.

POSMETRO MEDAN,Amerika Serikat - Wacana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim kembali menjadi pembahasan hangat di dunia sepak bola.

Gagasan yang didukung PresidenFIFAGianni Infantino itu diyakini dapat membuka peluang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk tampil di ajang paling bergengsi tersebut.

Namun, usul tersebut juga menuai banyak kritik dari berbagai konfederasi. Ide memperluas jumlah peserta pertama kali diajukan oleh Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL).

Baca Juga:

Mereka mengusulkan agar Piala Dunia 2030 yang bertepatan dengan perayaan 100 tahun turnamen digelar dengan 64 peserta sebagai edisi spesial. Menurut CONMEBOL, format baru itu akan membuat lebih banyak negara bisa ikut merasakan atmosfer Piala Dunia.

Selain itu, semakin banyak tim yang tampil diharapkan dapat mempercepat perkembangan sepak bola di berbagai belahan dunia. Gianni Infantino pun memberikan sinyal positif terhadap gagasan tersebut.

Baca Juga:

Dia menilai negara-negara kecil membutuhkan kesempatan lebih besar agar memiliki motivasi untuk terus berkembang dan bersaing di level internasional.

Meski demikian, dukungan terhadap rencana itu belum sepenuhnya bulat. Presiden UEFA Aleksander Ceferin secara terbuka menyebut usulan tersebut sebagai ide yang kurang tepat.

Hal serupa juga disampaikan Presiden CONCACAF Victor Montagliani dan Presiden AFC Sheikh Salman bin Ibrahim yang khawatir ekspansi berlebihan justru mengganggu keseimbangan kompetisi. Selain kualitas pertandingan, aspek teknis juga menjadi perhatian.

Penambahan menjadi 64 tim berarti jumlah pertandingan akan meningkat signifikan. FIFA harus menyiapkan lebih banyak stadion, lapangan latihan, hotel, transportasi, hingga sistem keamanan untuk mendukung penyelenggaraan turnamen.

Belum lagi tantangan perubahan iklim yang membuat penyelenggaraan pertandingan pada siang hari semakin sulit dilakukan di sejumlah negara. Faktor tersebut diperkirakan akan membuat proses penentuan tuan rumah Piala Dunia di masa depan semakin rumit.

Di sisi lain, format 64 tim juga membawa keuntungan dari sisi ekonomi. Bertambahnya jumlah pertandingan diperkirakan akan meningkatkan pendapatan FIFA melalui hak siar televisi, sponsor, hingga penjualan tiket.

Tak sedikit pihak yang menilai alasan finansial menjadi salah satu faktor utama di balik dorongan untuk terus memperbesar skala Piala Dunia. Sejak era kepemimpinan Infantino, FIFA memang beberapa kali melakukan perubahan format demi meningkatkan pendapatan organisasi sekaligus memperluas jangkauan kompetisi.

Jika akhirnya disetujui, peluang lebih banyak negara untuk tampil di Piala Dunia tentu akan semakin terbuka. Bahkan negara-negara yang selama ini kesulitan lolos, termasuk dari kawasan Asia, berpotensi mendapatkan kesempatan lebih besar.

Namun hingga kini, wacana tersebut masih menjadi perdebatan. FIFA harus mempertimbangkan keseimbangan antara misi mengembangkan sepak bola dunia dengan menjaga kualitas dan prestise turnamen yang selama puluhan tahun menjadi panggung tertinggi bagi tim nasional.(JawaPos)

Tags
beritaTerkait
Terungkap! Pukulan Nahuel Molina ke Rodri Picu Baku Dorong Pemain Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia
Mesra Kali! Lamine Yamal Rayakan Gelar Juara Bareng Pacar di Tengah Lapangan
Pau Cubarsi Sabet Titel Pemain Muda Terbaik
Rodri Raih Bola Emas, Gagalkan Gelar Ketiga Messi
Kiper Timnas Spanyol Unai Simon Raih Sarung Tangan Emas
Kylian Mbappe Raih Sepatu Emas, Lebih Tajam dari Bang Messi
komentar
beritaTerbaru