Jumat Berkah Mutiara Kids Stabat Dari Pendampingan Anak Hebat Hingga Menebar Keberkahan
Posmetro Medan , Stabat Kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Mutiara Kids melalui program rutin Jumat Berkah Mutiara Kids yang dil
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta-Legenda Arsenal, Samir Nasri, ikut menyorot kinerja wasit. Eks gelandang Timnas Perancis, Samir Nasri mengecam wasit Daniel Siebert yang memimpin jalannya laga final Liga Champions 2025-2026, PSG vs Arsenal.
Menurut Samir Nasri, kepemimpinan Daniel Siebert dalam pertandingan itu sedikit banyak berpengaruh pada performa Arsenal dalam laga kontra PSG.
Nasri berujar bahwa pelanggaran Nuno Mendes kepada Noni Madueke itu layak diberikan penalti dan tidak akan diintervensi oleh VAR.
Baca Juga:
Nasri juga menyoroti penalti yang diberikan oleh wasit Daniel Siebert ibarat "menghukum" Arsenal di babak kedua, usai pada babak pertama pasukan Arteta dinilai banyak membuang-buang waktu.
Dalam pertandingan menghadapi PSG, Arsenal membuat frustrasi sang lawan dengan memasang blok pertahanan yang disiplin. Taktik ini menurut Nasri membuat wasit menjadi tak senang.
Baca Juga:
"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit untuk Arsenal. Dia menghukum mereka karena mengulur waktu di babak pertama," ujar Nasri yang membela The Gunners pada tahun 2008-2011 ini.
"Jika dia meniup peluit untuk penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup peluit juga bukan skandal," jelas Nasri.
Kendati mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga PSG vs Arsenal, Samir Nasri nyatanya memberikan pujian untuk Luis Enrique.
Eks Marseille ini menyebut bahwa taktik PSG di bawah Enrique mampu mengontrol dan memperhitungkan semua kondisi yang akan terjadi dalam pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal.
Nasri juga menyebut bahwa PSG yang dilatih oleh Luis Enrique kemudian menemukan ritme permainannya setelah gol penalti Ousmane Dembele.
"Dia (Luis Enrique) tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak terhitung. Sejak dia menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu punya rencana untuk menjebak pelatih lawan," ungkapnya.
Dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest pada hari Sabtu (30/5/2026), Arsenal dibekuk PSG lewat adu penalti 3-4.
Arsenal mampu mencetak gol lebih dulu, melalui Kai Havertz pada menit keenam, sedangkan PSG baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. (Kompas)
Menurut Samir Nasri, kepemimpinan Daniel Siebert dalam pertandingan itu sedikit banyak berpengaruh pada performa Arsenal dalam laga kontra PSG.
Nasri berujar bahwa pelanggaran Nuno Mendes kepada Noni Madueke itu layak diberikan penalti dan tidak akan diintervensi oleh VAR.
Nasri juga menyoroti penalti yang diberikan oleh wasit Daniel Siebert ibarat "menghukum" Arsenal di babak kedua, usai pada babak pertama pasukan Arteta dinilai banyak membuang-buang waktu.
Dalam pertandingan menghadapi PSG, Arsenal membuat frustrasi sang lawan dengan memasang blok pertahanan yang disiplin. Taktik ini menurut Nasri membuat wasit menjadi tak senang.
"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit untuk Arsenal. Dia menghukum mereka karena mengulur waktu di babak pertama," ujar Nasri yang membela The Gunners pada tahun 2008-2011 ini.
"Jika dia meniup peluit untuk penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup peluit juga bukan skandal," jelas Nasri.
Kendati mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga PSG vs Arsenal, Samir Nasri nyatanya memberikan pujian untuk Luis Enrique.
Eks Marseille ini menyebut bahwa taktik PSG di bawah Enrique mampu mengontrol dan memperhitungkan semua kondisi yang akan terjadi dalam pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal.
Nasri juga menyebut bahwa PSG yang dilatih oleh Luis Enrique kemudian menemukan ritme permainannya setelah gol penalti Ousmane Dembele.
"Dia (Luis Enrique) tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak terhitung. Sejak dia menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu punya rencana untuk menjebak pelatih lawan," ungkapnya.
Dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest pada hari Sabtu (30/5/2026), Arsenal dibekuk PSG lewat adu penalti 3-4.
Arsenal mampu mencetak gol lebih dulu, melalui Kai Havertz pada menit keenam, sedangkan PSG baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. (Kompas)
Posmetro Medan , Stabat Kepedulian sosial kembali diwujudkan oleh Mutiara Kids melalui program rutin Jumat Berkah Mutiara Kids yang dil
Sumut 4 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Wali Kota Binjai Drs. H. Amir Hamzah, M.AP., menghadiri pelantikan Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Ind
Sumut 8 jam lalu
Sekelas AgyaAyla, Mobil Rp 87 Jutaan Ini Punya Konsumsi BBM 25 Km/L.
Bisnis 14 jam lalu
Legenda Arsenal, Samir Nasri, ikut menyorot kinerja wasit. Eks gelandang Timnas Perancis, Samir Nasri mengecam wasit Daniel Siebert.
Sport 15 jam lalu
Luis Enrique Gelar Liga Champions Kedua PSG Lebih Sulit daripada yang Pertama.
Sport 15 jam lalu
Final Liga Champions 20252026 Kontroversi PSG Vs Arsenal, Arteta Kesal Tak Dapat Hadiah Penalti.
Sport 16 jam lalu
Menang Lewat Drama Adu Pinalti atas Arsenal, PSG Pertahankan Juara Liga Champions.
Sport 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Simalungun Rumah Zakat kembali menghadirkan kebahagiaan Idul Adha bagi masyarakat di wilayah pelosok melalui program Desaku
Sumut kemarin
Posmetro Medan , BINJAI Tim Khusus Anti Begal Polres Binjai serahlan 1 unit sepeda motor BL 4197 FT kepada Polres Langsa , Sabtu,(30/5/20
Kriminal kemarin
Posmetro Medan, Medan Stadion Teladan Medan berpotensi besar menggelar pertandingan ASEAN U19 Boys Championship 2026 (Piala AFF U19) tan
Sport kemarin