Senin, 01 Juni 2026

Omon-omon Legenda Arsenal Samir Nasri: Kritik Wasit Daniel Siebert, Puji Taktik Pelatih Luis Enrique

Faliruddin Lubis - Minggu, 31 Mei 2026 11:10 WIB
Omon-omon Legenda Arsenal Samir Nasri: Kritik Wasit Daniel Siebert, Puji Taktik Pelatih Luis Enrique
X@UPYOURARSENAL04
Penampilan wasit Daniel Siebert di Final Liga Champions.

POSMETRO MEDAN, Jakarta-Legenda Arsenal, Samir Nasri, ikut menyorot kinerja wasit. Eks gelandang Timnas Perancis, Samir Nasri mengecam wasit Daniel Siebert yang memimpin jalannya laga final Liga Champions 2025-2026, PSG vs Arsenal.

Menurut Samir Nasri, kepemimpinan Daniel Siebert dalam pertandingan itu sedikit banyak berpengaruh pada performa Arsenal dalam laga kontra PSG.

Nasri berujar bahwa pelanggaran Nuno Mendes kepada Noni Madueke itu layak diberikan penalti dan tidak akan diintervensi oleh VAR.

Baca Juga:

Nasri juga menyoroti penalti yang diberikan oleh wasit Daniel Siebert ibarat "menghukum" Arsenal di babak kedua, usai pada babak pertama pasukan Arteta dinilai banyak membuang-buang waktu.

Dalam pertandingan menghadapi PSG, Arsenal membuat frustrasi sang lawan dengan memasang blok pertahanan yang disiplin. Taktik ini menurut Nasri membuat wasit menjadi tak senang.

Baca Juga:

"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit untuk Arsenal. Dia menghukum mereka karena mengulur waktu di babak pertama," ujar Nasri yang membela The Gunners pada tahun 2008-2011 ini.

"Jika dia meniup peluit untuk penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup peluit juga bukan skandal," jelas Nasri.

Kendati mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga PSG vs Arsenal, Samir Nasri nyatanya memberikan pujian untuk Luis Enrique.

Eks Marseille ini menyebut bahwa taktik PSG di bawah Enrique mampu mengontrol dan memperhitungkan semua kondisi yang akan terjadi dalam pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal.

Nasri juga menyebut bahwa PSG yang dilatih oleh Luis Enrique kemudian menemukan ritme permainannya setelah gol penalti Ousmane Dembele.

"Dia (Luis Enrique) tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak terhitung. Sejak dia menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu punya rencana untuk menjebak pelatih lawan," ungkapnya.

Dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest pada hari Sabtu (30/5/2026), Arsenal dibekuk PSG lewat adu penalti 3-4.

Arsenal mampu mencetak gol lebih dulu, melalui Kai Havertz pada menit keenam, sedangkan PSG baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. (Kompas)

Menurut Samir Nasri, kepemimpinan Daniel Siebert dalam pertandingan itu sedikit banyak berpengaruh pada performa Arsenal dalam laga kontra PSG.

Nasri berujar bahwa pelanggaran Nuno Mendes kepada Noni Madueke itu layak diberikan penalti dan tidak akan diintervensi oleh VAR.

Nasri juga menyoroti penalti yang diberikan oleh wasit Daniel Siebert ibarat "menghukum" Arsenal di babak kedua, usai pada babak pertama pasukan Arteta dinilai banyak membuang-buang waktu.

Dalam pertandingan menghadapi PSG, Arsenal membuat frustrasi sang lawan dengan memasang blok pertahanan yang disiplin. Taktik ini menurut Nasri membuat wasit menjadi tak senang.

"Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit untuk Arsenal. Dia menghukum mereka karena mengulur waktu di babak pertama," ujar Nasri yang membela The Gunners pada tahun 2008-2011 ini.

"Jika dia meniup peluit untuk penalti, saya rasa VAR tidak akan membatalkannya. Tetapi fakta bahwa dia tidak meniup peluit juga bukan skandal," jelas Nasri.

Kendati mengkritik kepemimpinan wasit dalam laga PSG vs Arsenal, Samir Nasri nyatanya memberikan pujian untuk Luis Enrique.

Eks Marseille ini menyebut bahwa taktik PSG di bawah Enrique mampu mengontrol dan memperhitungkan semua kondisi yang akan terjadi dalam pertandingan final Liga Champions melawan Arsenal.

Nasri juga menyebut bahwa PSG yang dilatih oleh Luis Enrique kemudian menemukan ritme permainannya setelah gol penalti Ousmane Dembele.

"Dia (Luis Enrique) tidak akan pernah mengambil risiko yang tidak terhitung. Sejak dia menemukan formula yang tepat, semuanya terkendali. Dia selalu punya rencana untuk menjebak pelatih lawan," ungkapnya.

Dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest pada hari Sabtu (30/5/2026), Arsenal dibekuk PSG lewat adu penalti 3-4.

Arsenal mampu mencetak gol lebih dulu, melalui Kai Havertz pada menit keenam, sedangkan PSG baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65. (Kompas)

Tags
beritaTerkait
Pelatih PSG Luis Enrique: Sulit Bongkar Pertahanan Arsenal
Arsenal Gagal, Pelatih Mikel Arteta Soroti Wasit Kesal Tak Dapat Hadiah Penalti
PSG Pertahankan Juara Liga Champions, Untung Ada Dembele
Malam Ini Final Liga Champions! Arsenal vs PSG, Antara Haus dan Sejarah
Arsene Wenger: Kamu Berhasil, Berikut Klasemen Liga Inggris Hingga Pekan ke-37
22 Tahun Menanti, Arsenal Juara Liga Inggris, Arteta Borong Rekor
komentar
beritaTerbaru