Kamis, 04 Juni 2026

Bobrok Tirtanadi Menjadi-jadi?

Administrator - Kamis, 04 Juni 2026 13:29 WIB
Bobrok Tirtanadi Menjadi-jadi?
Istimewa
Kantor Perumda Tirtanadi di Medan

IPA Sibolangit sendiri memiliki 3 bak pemancar yang lokasinya berbeda-beda. Namun, bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar IV Puang Adja, diduga terdapat springkle yang tidak terpasang sebanyak 10 unit dan 39 unit. Hal tersebut mengakibatkan, air yang mengalir dari pipa langsung ke bak pemancar, tanpa melewati springkle yang mengakibatkan kadar pH air berisiko di bawah standar.

Bak pemancar I Rumah Sumbul dan bak pemancar II Lau Bengklewang, dalam proses penambahan bahan kimia di IPA Sibolangit, soda ash digunakan untuk meningkatkan kadar pH air dan kalsium hipoklorit digunakan untuk membunuh bakteri. Namun, penggunaan bahan kimia tersebut diduga hanya dilakukan di bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang.

Baca Juga:

"Mesin pengaduk soda ash yang berada pada gedung bak pemancar III Lau Kaban dan bak pemancar II Lau Bengklewang, diduga rusak. Sehingga proses pelarutan soda ash dilakukan secara manual oleh operator. Proses pelarutan kalsium hipoklorit juga dilakukan manual karena mesin pengaduk diduga tidak ada. Sangat riskan dan ironis, di tengah pembiayaannya yang besar diduga tetap mengalir," ungkap Jokly.

Bukan hanya itu, gedung bak pemancar II Lau Bengklewang, gedung pengolahan bahan kimia dan pipa air dari bron, juga diduga tidak terawat dengan kondisi penuh karat. Pipa yang berfungsi untuk mengalirkan larutan bahan kimia soda ash dan kalsium hipoklorit, juga diduga kondisinya berkarat, terbuka dan tersumbat yang mengakibatkan air larutan bahan kimia tidak seluruhnya masuk ke bak pemancar II Lau Bengklewang.

Baca Juga:

Hal yang hampir serupa juga terjadi pada Rumah Pompa Lumban Silintong. Bak filter SPL diduga berkarat dan terdapat besi berkarat yang jatuh ke dalam filter. Serta kondisi bak filter yang sudah bocor yang mengakibatkan air dari filter terbuang keluar dari mubazir.

"Bak filter tak bisa menampung air sesuai kapasitasnya, dan air pada bak filter beresiko tercemar zat berbahaya dari logam berkarat," ungkap Jokly.

Rumah Pompa Lumban Silintong, masih Jokly, menggunakan kalsium hipoklorit untuk melakukan desinfektan air. Namun proses pengolahan serta penuangannya dilakukan secara manual karena tidak memiliki alat pengolahan bahan kimia. Jokly berharap, sebelum masalah ini dilaporkannya ke penegak hukum, jajaran Direksi Perumda Tirtanadi segera berbenah. Sehingga, bobrok Tirtanadi tak semakin menjadi-jadi.

Ketua Komisi C DPRD Sumut, Rony R Situmorang, coba diminta tanggapannya terkait hal ini belum mau berkomentar. Begitu pun, Rony menyarankan agar pihak-pihak yang merasa perlu perbaikan dilakukan di dalam Perumda Tirtanadi, segera menyurati secara resmi Ketua DPRD Sumut. Agar dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan para pihak. Terutama Perumda Tirtanadi.

Dirut Perumda Tirtanadi Ardian Surbakti, sampai berita ini dirilis, belum memberikan klarifikasi. Ponselnya yang coba dihubungi, dari pagi hingga siang, tak kunjung berhasil. Sebab dalam kondisi tidak aktif. Dilayangkan pesan singkat, hanya terlihat centang satu.

Sementara amatan Posmetro di sejumlah titik Kota Medan, distribusi air Tirtanadi tak pernah normal. Seperti di Jalan Sempurna Kelurahan Sudirejo I Kecamatan Medan Kota. Warga di sana mengeluh air mati dari pagi sampai dini hari. "Pagi pas Adzan Subuh selesai, matilah dia. Hidup lagi nanti jam 12 malam ke atas," ungkap Pak Seh, Warga Jalan Sempurna nomor 83.

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Perumda Tirtanadi Jalin Kerjasama dengan Jaksa Pengacara Negara Kejati Sumatera Utara
Sekda Kota Medan Apresiasi Perumda Tirtanadi,Turunkan Tarif Bagi Pelanggan Kategori Tertentu
Tirtanadi Putus Jaringan Air Warga di Jl. Tuba III, Mandala II Akibat Tunggakan Rp 131 Juta dan Illegal Connecting
Zakiyuddin Harahap Minta Perumda Tirtanadi Selesaikan keKeluhan Masyarakat Terkait Kualitas Air Bersih
Perumda Tirtanadi Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Medan
Direktur Utama Perumda Tirtanadi Tinjau Kantor Cabang Diski, Pastikan Pelayanan Optimal
komentar
beritaTerbaru