Pihak yang dipanggil secara resmi, paparnya, antara lain, Asisten 2 Pemkab Labuhanbatu beserta Kabag Perekonomian (sebagai representasi pengawas pemerintah).
Selain itu pihak SPBE dan PT Pertamina (selaku penyedia hulu).
Baca Juga:
Tidak itu saja, seluruh distributor Rresmi di Kabupaten Labuhanbatu.
Pun Perwakilan Pangkalan Gas yang diduga menjadi titik rawan permainan harga.
Baca Juga:
"Semalam sudah kami diskusikan dengan Ketua Komisi 2, Wakil Ketua, Sekretaris, dan kawan-kawan Komisi 2. Direncanakan hari Senin siang," tegas Abdul Karim.
Langkah agresif DPRD Labuhanbatu ini dinilai sangat beralasan.
Sebelumnya, hasil sidak besar-besaran yang dipimpin Kanit II Pidsus Sat Reskrim Polres Labuhanbatu, IPDA Seniman, ke SPBE PT. Lobusona Perdana Tri Jaya di Jalan H. Adam Malik, Kelurahan Lobusona, sukses mengocok perut publik.
Bagaimana tidak, polisi menemukan data logistik yang sangat kontras dengan penderitaan warga.
Hasil penggeledahan data dan fisik oleh Korps Bhayangkara itu mengungkap fakta mencengangkan.
Pihak manajemen PT. Lobusona Perdana Tri Jaya membeberkan bahwa pasokan gas sebenarnya berada dalam kondisi sangat aman dan melimpah.
Tags
beritaTerkait
komentar