Kamis, 02 Juli 2026

Ratusan Kader LMP Karo Gelar Aksi Damai di Polres Tanah Karo

Soroti Lambannya Penanganan Kasus Penyerangan Sekretariat
Evi Tanjung - Kamis, 02 Juli 2026 16:41 WIB
Ratusan Kader LMP Karo Gelar Aksi Damai di Polres Tanah Karo
jpg
Ratusan kader LMP Kabupaten Karo gelar aksi damai di Markas Kepolisian Resor Polres Tanah Karo, Jalan Veteran Padang Mas, Kabanjahe.

Posmetro Medan, Karo - Ratusan kader Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Karo menggelar aksi damai di Markas Kepolisian Resor (Polres) Tanah Karo, Jalan Veteran Padang Mas, Kabanjahe, Kamis (2/7/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus mempertanyakan perkembangan penanganan kasus dugaan penyerangan terhadap Sekretariat Markas Cabang (Macab) LMP Kabupaten Karo yang hingga kini dinilai belum menunjukkan kepastian hukum.

Dengan mengenakan atribut dan seragam organisasi, massa menyampaikan kekecewaan atas penanganan Laporan Polisi Nomor: LP/B/381/VIII/2025 tertanggal 22 Agustus 2025.

Mereka menilai proses penyidikan yang telah berjalan hampir satu tahun belum memberikan kejelasan terkait penuntasan kasus tersebut.

Dalam orasinya di depan Mapolres Tanah Karo, Anggota LBH Macab LMP Karo, Juliadi Kaban menjelaskan bahwa peristiwa penyerangan terjadi pada Rabu, 20 Agustus 2025, sekitar pukul 18.00 WIB, di Sekretariat Macab LMP Kabupaten Karo yang berlokasi di Jalan Desa Singa, Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe.

Menurut keterangan pihak LMP, sekelompok orang yang belum diketahui identitasnya diduga melakukan penyerangan dengan menggunakan sebuah mobil ambulans sebagai sarana operasional. Akibat kejadian tersebut, seorang anggota LMP mengalami luka bacok pada bagian lengan kanan. Selain itu, sejumlah fasilitas sekretariat, seperti meja, kursi, dan satu unit kendaraan operasional berlogo LMP, dilaporkan mengalami kerusakan.

"Saksi di lokasi menyebutkan ada sekitar 12 orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut sebelum melarikan diri menggunakan kendaraan ambulans," ujar Juliadi Kaban dalam keterangannya kepada massa aksi.

Aksi damai tersebut diterima oleh Kabag Ops Polres Tanah Karo, Kompol Jonista Tarigan.

Selanjutnya, sejumlah perwakilan massa dipersilakan mengikuti dialog bersama jajaran kepolisian di Ruang Purpur Sage.

Dalam pertemuan itu,Ketua Harian Macab LMP Karo, Hasian Pangabean SH mempertanyakan lambannya proses penegakan hukum. Mereka menyoroti fakta bahwa hingga saat ini baru satu orang yang telah diamankan, sementara pihak lain yang diduga terlibat belum berhasil ditangkap.

"Kenapa dari sekian banyak pihak yang diduga terlibat, baru satu orang yang diamankan, sementara yang lain masih bebas? Kami menilai proses penanganan perkara ini belum memberikan rasa keadilan. Pak Kapolres Ini seperti sudah terorganisir, ada mobil ambulance dan pelaku sekitar puluhan (11) orang, yang di tangkap hanya satu orang, kemarin sudah ada tiga infonya tiba tiba satu, mana DPO ( Daftar Pencairan Orang ) Baru, dan informasi dari kasat reskrim sebelumnya ada aliran dana, kepada pelaku dari Handphone nya. Tolong di telusuri dari mana ambulance dan pengirim dana kepada pelaku penyerangan," ucap Hasian Panggabean.

Di ruang Pupur Sage Polres Karo, Kapolres Karo, AKBP Pebriandy Sihaloho, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proses penyidikan serta mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

"Kami akan melakukan penangkapan terhadap tersangka lainnya dan segera mengumumkan daftar pencarian orang (DPO) baru yang berkaitan dengan peristiwa tersebut," ujar Kapolres di hadapan perwakilan massa.

Sementara itu, di Sekretariat Markas Cabang LMP Kabupaten Karo di Jalan Desa Singa, Kelurahan Lau Cimba, Kecamatan Kabanjahe, Ketua Macab LMP Kabupaten Karo, Gembira Ginting, berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional dan transparan.

"Kami meminta agar kasus ini ditangani secara serius dan terbuka. Siapa pun yang diduga terlibat maupun pihak yang diduga berada di balik peristiwa ini harus diungkap secara terang benderang sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.

Hingga aksi damai berakhir, massa LMP Kabupaten Karo membubarkan diri dengan tertib. Namun demikian, mereka menegaskan akan terus mengawal proses hukum kasus tersebut hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kasus yang telah berjalan hampir satu tahun ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas penanganan perkara dan komitmen penegakan hukum dalam memberikan kepastian serta rasa keadilan bagi para pihak yang melapor.(Mrk/Jpg)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru