Jumat, 03 Juli 2026

Pemprov Sumut Targetkan Geosite Toba Bertambah dari 16 Menjadi 40 Tahun Ini

Faliruddin Lubis - Kamis, 02 Juli 2026 23:47 WIB
Pemprov Sumut Targetkan Geosite Toba Bertambah dari 16 Menjadi 40 Tahun Ini
Wiwin
Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, di acara Welcome Dinner The 7th Geotourism Festival and International Conference 2026, di Hotel Khas Parapat, Rabu (1/7/2026).

POSMETRO MEDAN,Parapat - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan jumlah geosite di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertambah dari 16 menjadi 40 pada tahun ini.

Penambahan geosite dinilai penting untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendukung pengelolaan geopark yang berkelanjutan setelah Toba Caldera kembali meraih status Green Card UNESCO.

Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan penambahan geosite menjadi salah satu pekerjaan rumah yang tengah dikejar Pemerintah Provinsi Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga:

"Tahun ini targetnya 40 geosite. Ajuannya tetap dari kabupaten/kota. Setelah itu kami melakukan verifikasi ke lokasi dan meminta surat dari pemerintah daerah sebelum ditetapkan," ujar Yuda, di sela-sela acara Welcome Dinner The 7th Geotourism Festival and International Conference (Geofest) 2026, di Parapat, Rabu (1/7/2026), di Parapat.

Ia menjelaskan, sebelumnya Toba Caldera baru memiliki 16 geosite. Ke depan, jumlah tersebut akan terus ditambah agar potensi geologi, budaya, dan hayati di kawasan Danau Toba semakin dikenal wisatawan.

Baca Juga:

Selain penambahan geosite, Yuda mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berkolaborasi menjaga keberlanjutan Green Card.

"Pak Gubernur menyampaikan jangan hanya melihat dari sisi pariwisatanya saja, tetapi juga dari sisi ekonomi, pembangunan berkelanjutan, dan perlindungan kawasan. Semua OPD diminta memiliki program untuk mendukung keberlanjutan Green Card," katanya.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sumut melalui sektor pariwisata mengalokasikan anggaran hampir Rp5 miliar pada tahun 2026.

"Kalau pariwisata, kita menganggarkan kurang lebih hampir Rp5 miliar tahun ini. Selain festival, anggaran itu juga digunakan untuk pelatihan, kajian, dan kegiatan lainnya," ungkapnya.

Tak hanya itu, Yuda mengungkapkan Pemprov Sumut juga tengah mempersiapkan Kawasan Bawomataluo di Kabupaten Nias Selatan untuk diusulkan sebagai Warisan Dunia (World Heritage) UNESCO.

"Saat ini masih tahap awal. Mudah-mudahan situs bersejarah ini nantinya bisa berhasil memperoleh predikat World Heritage UNESCO," tutupnya. (win)

Tags
beritaTerkait
Indonesia Miliki 12 UNESCO Global Geopark, Terbanyak Ketiga di Dunia
Hari Kedua Geofest 2026 Diwarnai Aksi Konservasi, Dorong Toba Caldera Menuju Green Zone
Geofest 2026 Jadi Momentum Perkuat Green Card dan Promosi Global Toba Caldera
Dansat Brimob Polda Sumut: Kita Patut Bersyukur dan Bangga...
PRSU ke-50 Siap Menggebrak, Usung Semangat Baru Promosi Investasi dan UMKM Sumut
Ketua PD II KB FKPPI Sumut H Buyung Sitorus Lantik Kepengurusan KB FKKPPI PC 0213 Nias
komentar
beritaTerbaru