Polres Tapanuli Tengah Amankan 2 Terduga Pelaku Galian Kabel Optik PT Telkom
2 terduga pelaku galian kabel optik PT Telkom diamankan di Mapolres Tapanuli Tengah.
Sumut 26 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat– Foto Bupati Langkat, Syah Afandin, saat diboyong petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) beredar, Jumat (3/7/2026).
Dalam foto yang beredar di grup WhatsApp wartawan, Syah Afandin tampak mengenakan kemeja batik bermotif bunga dengan dominasi warna pink dan biru muda. Ia juga terlihat memakai masker yang menutupi sebagian dagunya.
Selain itu, Syah Afandin tampak menggenggam satu botol air mineral di tangan kirinya saat berjalan menuju kendaraan yang telah disiapkan petugas.
Baca Juga:
Dengan pengawalan ketat aparat KPK, Syah Afandin kemudian diarahkan masuk ke dalam sebuah mobil untuk selanjutnya dibawa menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Sebelumnya, KPK mengamankan Syah Afandin dalam operasi tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.
Baca Juga:
Hingga kini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka sebelum mengumumkan hasil resmi kepada publik.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasca di tangkapnya H Syah Afandin SH Bupati Langkat sama Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Kamis (2/7) siang. Bahkan dalam pantauan wartawan, Jumat (3/7/2026) pagi, Kantor Bupati Langkat yang beralamat di Jalan Proklamasi, Kecamatan Stabat, tampak sepi. Mengingat setiap Jumat, pemerintah memberlakukan Work From Home (WFH).
Tak ada satu pun pejabat yang ditemui wartawan saat berada di Kantor Bupati Langkat. Hanya beberapa orang pegawai dan petugas Satpol PP yang tampak di dalam kantor Bupati Langkat. Sementara tiga pintu yang menuju ruangan kerja Bupati Langkat, sudah di segel oleh penyelidik KPK.
Segel itu bertuliskan "Dalam Pengawasan KPK" dan ditandatangani oleh penyelidik bernama Bayu. Namun saat wartawan mau mengambil dokumentasi, sempat dihalangi petugas Satpol PP.
"Tidak boleh ya bang, sudah disegel KPK," ujar salahseorang petugas Satpol PP. Wartawan pun coba menjelaskan maksud dan tujuan hanya sekedar ingin mengambil dokumentasi saja.
Bupati Langkat, Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) siang.
Pantauan di lokasi, Syah Afandin tiba di kantor Lembaga Antirasuah dengan menggunakan mobil minibus hitam sekira pukul 14.22 WIB.
Namun, dalam kesempatan tersebut, ia tidak diturunkan dari kendaraan yang mengangkutnya. Mobil yang membawanya itu langsung menuju basement Gedung Merah PutihKPK.
"Bupati Langkat, salah satu yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, sudah tiba di gedung KPK Merah Putih, sekitar pukul 14.30 WIB," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo dalam keterangannya.
"Yang bersangkutan selanjutnya akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.
Diketahui, operasi senyap ini terkait dugaan suap proyek beberapa dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat.
"Adapun perkara ini diduga terkait dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim (Perumahan dan Permukiman) Kabupaten Langkat," kata Budi kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Sejalan dengan itu, Budi mengatakan pihaknya tengah menelusuri terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan Bupati. Dalam OTT ini, KPK menangkap tujuh orang.
Meski belum mengungkapkan identitasnya, mereka yang terjaring selain Bupati Langkat ialah, satu ASN dan lima pihak swasta.
"Adapun kepada 7 orang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini, diamankan di wilayah Langkat, Binjai, dan juga Medan," ujarnya.
"Pada siang ini, satu orang di antaranya, yaitu Bupati Langkat, dibawa ke Jakarta untuk nanti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," sambungnya.
Selain menangkap tujuh orang, tim Lembaga Antirasuah juga mengamankan uang senilai ratusan juta rupiah. Uang tersebut diduga sebagai fee proyek yang akan diberikan pihak swasta ke bupati.
OTT ini berkaitan dengan kasus suap proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Dalam OTT ini, KPK menemukan uang suap yang diduga untuk Bupati Syah dari pihak swasta. KPK masih mendalami dugaan uang suap atau gratifikasi lainnya yang diterima Bupati Syah Afandin.
"Diduga uang yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini berkaitan dengan fee proyek yang ada di Dinas Pendidikan ataupun di Dinas Perkim," ucap Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).
"Dan tentunya nanti juga akan didalami, ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya atau gratifikasi yang dilakukan oleh bupati atau penyelenggara negara di wilayah Langkat," tambahnya.
Total ada tujuh orang yang diamankan KPK dalam perkara ini. Saat ini, Syah sudah berada di Jakarta, tepatnya di Gedung KPK, untuk diperiksa secara intens.(QQ/SindoNews)
2 terduga pelaku galian kabel optik PT Telkom diamankan di Mapolres Tapanuli Tengah.
Sumut 26 menit lalu
Thomas Tuchel Tak Mau Meksiko Intip Latihan Inggris, The Three Lions Simpan Jurus Rahasia di Piala Dunia 2026.
Sport 45 menit lalu
Cristiano Ronaldo Portugal Harus Belajar Menderita Jika Ingin Juara Piala Dunia 2026.
Sport 51 menit lalu
Sinergi TNI dan Damkar (pemadam kebakaran) kian solid, Babinsa Koramil Siantar Barat menanamkan disiplin dan wawasan kebangsaan.
Sumut 55 menit lalu
Beredar Foto Bupati Langkat Syah Afandin Saat Diboyong KPK, Kenakan Batik PinkBiru dan Masker.
Sumut 2 jam lalu
Bupati Langkat Syah Afandin tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan pada Jumat (3/7/2026) siang.
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Dukungan penuh Pemko Medan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Medan mendapat apresiasi dari Menteri
Medan 3 jam lalu
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026 Ujian Berat Socceroos Hadapi Kekuatan The Pharaohs.
Sport 4 jam lalu
Polres Tanjungbalai Tangkap Terduga Pengedar Sabu, Sita Narkotika dan Timbangan Digital.
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan . Memperingati Milad ke28 Rumah Zakat yang mengusung tema Bikin Bahagia, Berlipat Manfaatnya, Rumah Zakat Medan
Medan 4 jam lalu