Melalui aplikasi Perlinsos Digital, skema pendaftaran manual yang rawan manipulasi kini dipangkas. Sistem baru ini menerapkan penyaringan berlapis (multi-filtering) yang mengintegrasikan data dari berbagai lembaga valid, seperti:
Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) (kategori Desil 1 hingga Desil 4), Badan Kepegawaian Negara (BKN) (untuk menyaring ASN agar tidak menerima bansos), BPJS Ketenagakerjaan (pemantauan batasan upah), Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Baca Juga:
Kesiapan Infrastruktur dan Target Rampung September 2026
Baca Juga:
Sebagai daerah pilot project, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menunjukkan keseriusan dan komitmen yang tinggi. Hingga saat ini, Pemkab Taput telah merekrut dan melatih sebanyak 1.670 agen digital yang terdiri dari pendamping PKH dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Meski proses verifikasi membutuhkan ketelitian tinggi, saat ini sudah ada sekitar 3.200 Kepala Keluarga (KK) di Tapanuli Utara yang berhasil terintegrasi ke dalam sistem baru tersebut. Pemkab Taput optimis seluruh target pemetaan wilayah akan rampung sepenuhnya secara bertahap pada September 2026.
Pada kesempatan itu, Dr. Deni juga melakukan demonstrasi langsung verifikasi kelayakan penerima bantuan lewat aplikasi. Uji coba digital ini berjalan lancar dan membuktikan akurasi sistem dalam membedakan warga yang benar-benar layak menerima manfaat.
Tags
beritaTerkait
komentar