Selasa, 04 Agustus 2026

Wakil Wali kota Tanjungbalai: Keberadaan MAQOM Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Memperkuat Identitas Religius

Faliruddin Lubis - Sabtu, 01 Agustus 2026 07:06 WIB
Wakil Wali kota Tanjungbalai: Keberadaan MAQOM Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Memperkuat Identitas Religius
IST
Wakil Wali kota Tanjungbalai: Keberadaan MAQOM Sebagai Mitra Strategis Pemerintah Memperkuat Identitas Religius Di Kota Tanjungbalai.

POSMETRO MEDAN,Tanjungbalai-- Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina melantik dan mengukuhkan pengurus Majelis Qosidah dan Marhaban (MAQOM) Kota Tanjungbalai masa bakti 2026-2030 bertempat di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (30/7/2026)

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Muhammad Fadly Abdina menyampaikan salam dari Bapak Wali Kota Tanjungbalai, atas nama Pemerintah Kota Tanjungbalai, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus majelis qosidah dan marhaban yang baru saja dilantik.

"Semoga amanah yang diterima hari ini menjadi ladang ibadah, menjadi jalan pengabdian kepada agama, bangsa, daerah, serta menjadi wasilah untuk mempererat ukhuwah islamiyah di Kota Tanjungbalai yang kita cintai," ujarnya.

Baca Juga:

"Menjadi pengurus MAQOM bukan hanya menjalankan organisasi, melainkan menjaga syiar islam, melestarikan seni budaya islami, membangun karakter masyarakat, serta memperkuat identitas religius Kota Tanjungbalai," jelasnya.

Fadly juga mengatakan, salah satu qasidah yang paling dikenal sepanjang sejarah adalah Thala'al badru 'alaina, yang dilantunkan masyarakat madinah ketika menyambut hijrah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

Baca Juga:

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa lantunan syair religius telah menjadi bagian dari ekspresi kegembiraan, penghormatan, dan kecintaan kepada rasulullah sejak masa awal islam. Tradisi ini kemudian berkembang ke berbagai wilayah dunia islam, termasuk persia, yaman, mesir, india, dan kawasan nusantara

Lantunan qasidah dan marhaban kita dapat dengar pada berbagai pelaksanaan diantaranya aqiqah dan khitanan, prosesi adat melayu, lantunan shalawat mengiringi doa-doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan berakhlak mulia.

Demikian pula pada peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, isra mikraj, tahun baru islam, penyambutan tamu-tamu kehormatan, hingga kegiatan keagamaan di masjid, surau, dan majelis taklim, lantunan qasidah senantiasa menghadirkan suasana religius yang mempererat ukhuwah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah.

Oleh karena itu, Fadly menjelaskan qasidah dan marhaban sesungguhnya merupakan warisan budaya islam yang memiliki fungsi sosial yang sangat besar. Tradisi ini menjadi media pendidikan akhlak, sarana pewarisan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda, sekaligus benteng budaya yang menjaga masyarakat dari pengaruh negatif yang dapat mengikis jati diri bangsa.

Keterkaitan dengan visi pembangunan Kota Tanjungbalai 2025–2030, Pemko Tanjungbalai tengah melaksanakan agenda pembangunan periode 2025–2030 yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia, penguatan nilai-nilai religius, pelestarian budaya melayu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola pemerintahan yang baik, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Tanjungbalai : Perpustakaan Keliling Solusi Cerdas Tingkatkan Literasi dan Minat Baca Para Peserta Didik
Merubah Kota Tanjungbalai dari Penataan Pedagang, Infrastruktur Berkelanjutan, Pengentasan Kemiskinan, Penataan Birokrasi,  Penghargaan & Prestasi
LBH Keadilan Setara dan Kejari Tanjungbalai Teken MoU, Perkuat Layanan Bantuan Hukum untuk Masyarakat
5 Saksi Sudah Diperiksa, Kronologis Pencabulannya Bikin Miris
Ditetapkan Tersangka, Suami Guru ASN Ditahan
Dugaan Permainan Izin Kapal dan Solar Subsidi Mencuat, KIS Desak Wali Kota Tanjungbalai Bertindak Tegas
komentar
beritaTerbaru