Selasa, 11 Agustus 2026

Kinerja Polres Tapanuli Selatan Menuai Pujian dari Kalangan DPR RI

Bongkar Kasus Pembunuhan Anak Perempuan 6 Tahun yang Sangat Singkat
P. Silalahi - Selasa, 11 Agustus 2026 17:00 WIB
Kinerja Polres Tapanuli Selatan Menuai Pujian dari Kalangan DPR RI
facebook @Polres tapanuli selatan
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra.

POSMETRO MEDAN- Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra mengapresiasi Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP Anton Santoso beserta jajarannya yang berhasil mengungkap kasus dugaan pelecehan seksual dan pembunuhan terhadap anak perempuan berusia enam tahun dalam waktu yang sangat singkat.

Kasus memilukan yang sempat menggegerkan warga Tapsel tersebut berhasil dibongkar oleh jajaran kepolisian hanya dalam waktu sekitar 2x24 jam sejak jasad korban ditemukan di dalam galian sumur.

"Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolres Tapsel beserta jajaran Satreskrim yang bergerak cepat dan responsif. Pengungkapan kasus dalam waktu 2x24 jam ini menunjukkan tingkat profesionalitas yang luar biasa dari institusi Polri di daerah," kata Soedeson dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (8/8/2026)-- seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Polres tapanuli selatan yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Selasa 11 Agustus 2026 Agustus 2026.

Baca Juga:

Selain kecepatan penangkapan, Tandra juga memberikan apresiasi lainnya atas ketelitian dan kejelian penyidik Polres Tapsel dalam melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Ia memuji langkah polisi yang tidak terkecoh oleh alibi tersangka MH alias P (37), yang sempat berpura-pura menjadi orang pertama yang menemukan jasad korban di dalam sumur untuk menghilangkan jejak.

Baca Juga:

"Kerja keras penyidik dalam merangkai keterangan saksi kunci, mencocokkan barang bukti, hingga berkoordinasi dengan tim medis forensik patut kita acungi jempol. Ini adalah bentuk kerja penegakan hukum yang komprehensif," tambahnya.

Lebih lanjut, Tandra mendesak aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan nantinya, untuk tidak memberikan toleransi sedikit pun kepada tersangka. Ia meminta pelaku dijatuhi hukuman yang maksimal.

"Saya meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bila perlu dijatuhkan hukuman maksimal atau seumur hidup. Perbuatannya sangat biadab, keji, dan di luar batas kemanusiaan," tegas Tandra.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Dugaan Pembunuhan Nenek di Deli Serdang Libatkan Oknum Polisi Terungkap, Cuma Gegara Pinjaman Rp50 Juta Ditolak
Lima Pekerja Bangunan Dibunuh OPM, Komisi XIII: Negara Harus Jamin Rasa Aman bagi Pekerja Sipil
Siswa MAN IC Tapsel Raih Beasiswa di Yangzhou Polytechnic College Cina
MTsN 3 Tapanuli Selatan Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan
Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan Gagalkan Peredaran Narkotika, 5.000 Gram Ganja Diamankan
Melihat dari Dekat Sosok H. Gus Irawan Pasaribu, S.E., Ak., M.M., C.A
komentar
beritaTerbaru