Kamis, 13 Agustus 2026

Mahasiswa UGM Ubah Sisa Makanan Jadi Pakan Alternatif Ternak Bebek

Faliruddin Lubis - Minggu, 09 Agustus 2026 07:20 WIB
Mahasiswa UGM Ubah Sisa Makanan Jadi Pakan Alternatif Ternak Bebek
IST
Wakil Bupati Asahan Rianto SH, MAP menerima cenderamata dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN mahasiswa UGM di Kecamatan Aek Songsongan,Asahan Dr Djaka Marwasta S.Si, MSi.

POSMETRO MEDAN, Asahan- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memanfaatkan sisa makanan menjadi pakan alternatif untuk ternak bebek. Inovasi mahasiswa UGM tersebut dilakukan dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) mereka di Kecamatan Aek Songsongan, Asahan.

"Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiswa KKN UGM. Sisa makanan yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini merupakan inovasi yang sederhana, tetapi memiliki nilai manfaat yang besar apabila dikembangkan secara berkelanjutan," ujar Wakil Bupati Asahan Rianto SH MAP ketika melakukan peninjauan langsung kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa UGM di Kecamatan Aek Songsongan, Sabtu (08/08/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Rianto SH, MAP tidak hanya mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa UGM yang telah melaksanakan KKN - PPM UGM Tahun 2026 di Asahan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:

Selain itu juga menyampaikan apresiasi kepada PT Inalum yang telah memfasilitasi dan mendukung kehadiran KKN UGM di Asahan.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut dia juga menyampaikan apresiasi atas inovasi dan ilmu yang telah diterapkan mahasiswa KKN UGM selama berada di Kecamatan Aek Songsongan.

Baca Juga:

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dengan masyarakat dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki potensi ekonomi. Lewat pemanfaatan sisa makanan berhasil menciptakan pakan altertatif untuk ternak bebek.

Dimana sisa makanan dari lingkungan pesantren yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah, dikelola dan dimanfaatkan sebagai bahan dalam budidaya maggot. Maggot yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pakan alternatif bagi ternak bebek.

Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membantu menyediakan pakan sekaligus mengurangi limbah makanan di lingkungan pesantren.

"Ilmu dan inovasi yang dibawa adik adik mahasiswa dapat terus dimanfaatkan masyarakat. Sehingga kehadiran KKN UGM tidak hanya meninggalkan program, tetapi juga meninggalkan pengetahuan dan manfaat yang dapat terus dikembangkan," katanya.

Sementara, salah seorang mahasiswa KKN UGM Muhammad Ghazalah Anwar, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mahasiswa memberikan solusi sederhana dan berkelanjutan terhadap persoalan limbah makanan sekaligus mendukung sektor peternakan Masyarakat.

Melalui pengelolaan tersebut, sisa makanan tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diubah menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat dan ekonomi. Konsep itu juga diharapkannya dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.(Rel).

Tags
beritaTerkait
Rektor UNIMED Kukuhkan 10.046 Mahasiswa Baru  di  PKKMB 2026
Ahmad Faris Hidayah Marpaung, Peraih 5 Penghargaan Pada Ajang Project Ilmiah SDGs Tingkat Internasional
Pria Ini Diamankan Bawa 3,18 Gram Sabu
Kapolres Tanjungbalai Hadiri Kunjungan Kerja Pangdam I/BB di Makodim 0208/Asahan
Kwarcab dan Baznas Asahan Bantu Biaya Pengobatan Istri Penjaga Kantor Pramuka
Duh...!!! Polisi Tangkap Wanita Sekaligus Ibu yang Buang Bayi Perempuan di Asahan
komentar
beritaTerbaru