Boin Silalahi dan Rekan Ajukan PK, Tuntut Keadilan Setara Bagi Amry Pelawi
Kasus Video Profil Desa Di Kabupaten Karo. Membongkar Tabir Disparitas Hukum Boin Silalahi dan Rekan Ajukan PK, Tuntut Keadilan Setara
Sumut 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, didesak untuk lebih tegas dalam memilih kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang bersih dari dugaan tindak pidana korupsi.
Desakan ini mencuat pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Kadis PUPR Sumut, Topan Ginting, yang kembali menambah daftar panjang kasus korupsi di Sumatera Utara.
Modus yang digunakan dalam kasus tersebut tidak jauh berbeda dari sebelumnya, yakni suap dalam pengadaan barang dan jasa, perizinan, serta praktik jual-beli jabatan. Terulangnya kasus korupsi ini mengindikasikan lemahnya sistem pencegahan korupsi, khususnya di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
Faktor politik juga turut memicu maraknya korupsi di daerah. Biaya politik yang tinggi dalam proses pemilihan kepala daerah menjadi pemicu utama.
Pilkada langsung kerap dibayangi praktik politik uang, baik dalam bentuk mahar kepada partai politik maupun vote buying. Akibatnya, kepala daerah terpilih merasa perlu mengembalikan biaya politik tersebut melalui jalan pintas, yakni korupsi.
Baca Juga:
Partai politik yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pencegahan korupsi justru kerap terlibat. Praktik korupsi kepala daerah seringkali memiliki keterkaitan erat dengan kepentingan partai politik. Karena itu, perubahan mendasar dibutuhkan, baik dalam sistem politik maupun pengawasan terhadap pemerintah daerah.
Oza Hasibuan, Ketua Persatuan Pemuda dan Mahasiswa Sumatera Utara, menyampaikan bahwa terlibatnya sejumlah kepala OPD dalam kasus korupsi menunjukkan lemahnya sistem pengawasan di tingkat provinsi.
Ia juga menyoroti adanya indikasi bahwa beberapa kasus korupsi di daerah justru melibatkan peran dari pusat dan provinsi. "Separuh korupsi di Sumut itu didorong oleh pimpinan. Ini karena kegagalan membangun sistem pengawasan yang baik," ujarnya.
Oza juga menyoroti penunjukan Faisal Hasrimy sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sumut secara definitif. Sebelumnya, Faisal menjabat sebagai Penjabat (PJ) Bupati Langkat, dan namanya sempat dikaitkan dalam dugaan korupsi proyek mebel di Dinas Pendidikan Langkat tahun 2024, yang menyeret Kadis Pendidikan Langkat sebagai tersangka.
Hingga kini, Kejaksaan dan KPK belum memanggil Faisal terkait kasus tersebut. Oleh karena itu, Oza menilai Bobby Nasution perlu mempertimbangkan kembali penunjukan Faisal Hasrimy demi menjaga integritas kepemimpinan di Sumut.
Kasus Video Profil Desa Di Kabupaten Karo. Membongkar Tabir Disparitas Hukum Boin Silalahi dan Rekan Ajukan PK, Tuntut Keadilan Setara
Sumut 14 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Belawan Polda Sumut melalui Sat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan pada Senin, 18 Mei 2026 sekira pukul 23.15 WIB berhasil me
Kriminal 32 menit lalu
Posmetro Medan, Medan Pembenahan kawasan Belawan mulai dipercepat melalui kolaborasi Pemko Medan dan Pelindo Regional 1. Fokus utama diarah
Medan satu jam lalu
POMETRO MEDAN, Labuhan Kasus pembegalan ibu dan anak yang hendak berbelanja keperluan dagangannya dikawasan Simpang Dobi, KL. Yos Sudarso b
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Setelah dipecat, Nagaraju sempat kembali ke India. Dari sana, ia beberapa kali mengakses sistem internal NCS antara
Viral 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Prof Emilda Sulasmi, menegask
Medan 4 jam lalu
Nilai tukar Rupiah menyentuh angka Rp17.728 per Dolar AS pada Selasa, 19 Mei 2026 siang.
Bisnis 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,GUNUNGSITOLI Kejaksaan Negeri Gunungsitoli secara tegas membantah dan menyatakan bahwa informasi yang beredar tengah masyar
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Madina Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswasiswa MAN 1 Mandailing Natal. Tim Futsal MAN 1 Madina sukses me
Sport 6 jam lalu
Cuaca kota Medan hari ini Selasa 19 Mei 2026 diramal bakalan diguyur hujan ringan.
Medan 6 jam lalu