Sapma PP Sumut Dilantik, Musa Rajekshah Sebut Generasi Muda Harus Ingat Sejarah
POSMETRO MEDANPelantikan pengurus Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sumatera Utara, yang dilaksanakan dalam acara Ap
Sumut 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Di tanah berhawa sejuk Simalungun, Sumatera Utara, jejak kerajaan kuno masih hidup dalam cerita rakyat, legenda, dan tarombo (silsilah).
Salah satu nama yang terus melekat dalam ingatan kolektif masyarakat adalah Damanik, marga tertua yang diyakini sebagai pondasi berdirinya kerajaan-kerajaan di Simalungun.
Dalam bahasa Simalungun, "Damanik" bermakna *Simada Manik* atau pemilik manik. Kata "Manik" merujuk pada semangat, kharisma, dan keagungan. Sejarawan M. Muhar Omtatok mencatat, marga Damanik telah ada jauh sebelum agama-agama besar masuk ke Nusantara, berakar sejak kepercayaan lokal menguasai Sumatera.
Baca Juga:
Sejarah lisan menyebutkan, Damanik berasal dari seorang Parbapaan atau sosok dituakan yang ahli pengobatan dan kerap disebut Datu.
Tokoh ini dikenal mengenakan jubah bertabur manik-manik saat memimpin upacara kepercayaan. Dari dialah lahir nama Damanik, singkatan dari Datu par Manik-manik.
Baca Juga:
Legenda yang populer ditulis Jahutar Damanik dalam buku Jalannya Hukum Adat Simalungun (1974) mengisahkan tokoh Parmata Manunggal, keturunan raja yang lahir dengan satu mata bercahaya di keningnya.
Sosok ini diyakini sebagai titisan Tuhan, pembawa tuah, sekaligus sumber keajaiban. Ia kemudian menjadi panglima Kerajaan Nagur—kerajaan besar di pesisir timur Sumatera abad ke-13—yang armadanya pernah berhadapan dengan pasukan Kerajaan Singosari pimpinan Indrawarman dari Jambi.
Namun, seperti banyak tokoh epik Nusantara, Parmata Manunggal akhirnya "hilang" di medan perang Bukit Kuba (kini Perdagangan, Simalungun). Rakyat percaya ia menjelma menjadi keramat (sinumbah) dan muncul kembali dengan berbagai gelar, antara lain Raja Manualang, Datu Parmata Tunggal, hingga Datu Partiga-tiga.
Kerajaan Nagur sendiri diyakini berdiri sejak abad ke-5 hingga 13 M. Setelah melemah, kekuasaan Nagur pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil di Simalungun, termasuk Kerajaan Siattar di Pematangsiantar, Kerajaan Jumorlang, hingga Kerajaan Raya.
Salah satu raja penting adalah Raja Namartuah Damanik, penguasa Kerajaan Siattar. Dari garis keturunannya, marga Damanik menyebar luas, menjadi penguasa lokal sekaligus penopang adat.
POSMETRO MEDANPelantikan pengurus Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Sumatera Utara, yang dilaksanakan dalam acara Ap
Sumut 10 menit lalu
POSMETRO MEDAN Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara (MPW PP Sumut) mengawali rangkaian Apel Kehormatan dan Malam Renung
Medan 12 menit lalu
Posmetro Medan , Binjai Setelah selesai pembahasan yang alot akhirnya Pemerintah Kota Binjai bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD
Sumut 27 menit lalu
25 Tahun Posmetro Medan, Dari &ldquoBayi Ajaib&rdquo hingga Bertahan di Era Digital.
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Kelas IA Khusus, Mardison, SH, melantik dua Hakim Ad Hoc Pengadilan Hubungan Industrial (
Medan 13 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kabupaten Deli Serdang meraih Terbaik II Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional Tahun 2026 katego
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDANLebih sepekan, 3 jurnalis yang sudah samasama di ambang sore, bersama seorang anak muda tangguh, melakukan perjalanan kelilin
Editorial 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Asahan Gelombang aksi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPPAR) Asahan mengguncang sejumlah kantor pemerin
Peristiwa 17 jam lalu
Transportasi danau menjadi bagian penting bagi masyarakat sekaligus wisatawan yang datang ke Samosir.
Sumut 19 jam lalu
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 20 jam lalu