Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang Tangkap Pria Diduga Pengedar Sabu
Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabusabu.
Kriminal 18 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Di tanah berhawa sejuk Simalungun, Sumatera Utara, jejak kerajaan kuno masih hidup dalam cerita rakyat, legenda, dan tarombo (silsilah).
Salah satu nama yang terus melekat dalam ingatan kolektif masyarakat adalah Damanik, marga tertua yang diyakini sebagai pondasi berdirinya kerajaan-kerajaan di Simalungun.
Dalam bahasa Simalungun, "Damanik" bermakna *Simada Manik* atau pemilik manik. Kata "Manik" merujuk pada semangat, kharisma, dan keagungan. Sejarawan M. Muhar Omtatok mencatat, marga Damanik telah ada jauh sebelum agama-agama besar masuk ke Nusantara, berakar sejak kepercayaan lokal menguasai Sumatera.
Baca Juga:
Sejarah lisan menyebutkan, Damanik berasal dari seorang Parbapaan atau sosok dituakan yang ahli pengobatan dan kerap disebut Datu.
Tokoh ini dikenal mengenakan jubah bertabur manik-manik saat memimpin upacara kepercayaan. Dari dialah lahir nama Damanik, singkatan dari Datu par Manik-manik.
Baca Juga:
Legenda yang populer ditulis Jahutar Damanik dalam buku Jalannya Hukum Adat Simalungun (1974) mengisahkan tokoh Parmata Manunggal, keturunan raja yang lahir dengan satu mata bercahaya di keningnya.
Sosok ini diyakini sebagai titisan Tuhan, pembawa tuah, sekaligus sumber keajaiban. Ia kemudian menjadi panglima Kerajaan Nagur—kerajaan besar di pesisir timur Sumatera abad ke-13—yang armadanya pernah berhadapan dengan pasukan Kerajaan Singosari pimpinan Indrawarman dari Jambi.
Namun, seperti banyak tokoh epik Nusantara, Parmata Manunggal akhirnya "hilang" di medan perang Bukit Kuba (kini Perdagangan, Simalungun). Rakyat percaya ia menjelma menjadi keramat (sinumbah) dan muncul kembali dengan berbagai gelar, antara lain Raja Manualang, Datu Parmata Tunggal, hingga Datu Partiga-tiga.
Kerajaan Nagur sendiri diyakini berdiri sejak abad ke-5 hingga 13 M. Setelah melemah, kekuasaan Nagur pecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil di Simalungun, termasuk Kerajaan Siattar di Pematangsiantar, Kerajaan Jumorlang, hingga Kerajaan Raya.
Salah satu raja penting adalah Raja Namartuah Damanik, penguasa Kerajaan Siattar. Dari garis keturunannya, marga Damanik menyebar luas, menjadi penguasa lokal sekaligus penopang adat.
Jejak sejarah Damanik dapat ditelusuri di Pematang Raya, Sipolha, Marihat, hingga Sidamanik. Nama Pematangsiantar diyakini berasal dari perkemahan Datu Parmata Manunggal di "Pulo Holang" (Siattar).
Jejaknya juga abadi dalam nama alam: Gunung Simanuk-manuk, tempat munculnya ayam laga sakti, serta Danau Toba yang dikaitkan dengan pengembaraannya.
Sejarah Damanik bukan sekadar kisah asal-usul, melainkan identitas kolektif Simalungun. Dari legenda sakral hingga peran politik, Damanik menegaskan dirinya sebagai tulang punggung peradaban.
"Damanik adalah darah pertama yang mengalir di tubuh Simalungun," ujar seorang tokoh adat di Raya.
Kini, di tengah perkebunan teh dan sawit yang terus menggerus bentang alam, sejarah Damanik hadir sebagai cermin. Bahwa sejak dahulu, orang Simalungun diajarkan menjaga alam, adat, dan kebersamaan. Bahwa raja-raja bukan hanya penguasa, melainkan penjaga harmoni.
Seperti Parmata Manunggal yang mengembara demi melawan bala, generasi kini ditantang untuk menjaga warisan budaya agar tidak tercerabut. Sebab, sejarah Damanik adalah sejarah Simalungun itu sendiri—berlapis mitos, berbalut hikmah, namun tetap menjadi dasar pijakan identitas. (Erni)
Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap seorang pria yang diduga sebagai pengedar narkotika jenis sabusabu.
Kriminal 18 menit lalu
Bunuh Istri Karena Ditolak Berhubungan Intim, Pria di Medan Divonis 10 Tahun Penjara.
Kriminal 27 menit lalu
Kontingen Sumatera Utara meraih 8 medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik yang berlangsung pada 2730 Juni 2026 di Jakarta.
Sport 46 menit lalu
Jordan Pickford Siap Adu Penalti! Inggris Waspadai RD Kongo di Babak Gugur Piala Dunia 2026.
Sport 59 menit lalu
Profil Ayyoub Bouaddi Mahasiswa Matematika yang Mengatur Lini Tengah Maroko di Piala Dunia 2026.
Sport satu jam lalu
Tak Hanya Perkenalkan Kekayaan Budaya, Airin Rico Waas Dorong Peran Ibu Dalam Pemberdayaan Keluarga yang Hebat, Inklusif, dan Berkelanjutan.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN, Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan menggeledah dan menyita sejumlah dokumen di R
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Langkat Menindaklanjuti dugaan keterlambatan penyerahan surat undangan Bantuan Sosial (Bansos) di Dusun III Desa Paya Reng
Sumut 2 jam lalu
Datangi Mapolsek Medan Kota, Danramil 04/MK, Danramil 05/MB dan Camat Medan Kota ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke80.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Panitia Family Gathering (FG) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut gelar rapat guna mematangkan persiapan acara
Medan 3 jam lalu