Kamis, 12 Februari 2026

Gula, Cermin Bangsa: Dari Kejayaan Tebu ke Runtuhnya Industri Manis Nusantara

Administrator - Jumat, 19 September 2025 01:31 WIB
Gula, Cermin Bangsa: Dari Kejayaan Tebu ke Runtuhnya Industri Manis Nusantara
IST
Dok lahan tebu

1870: UU Agraria dan UU Gula mengawali liberalisasi perkebunan.

1930: Produksi mencapai puncak, ekspor 1,5–2 juta ton/tahun.

Baca Juga:

1929–1935: Depresi global mengguncang pasar.

1957: Nasionalisasi pabrik gula, keahlian asing hilang.

Baca Juga:

1966: Indonesia berhenti menjadi eksportir.

1975: Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) gagal memulihkan kejayaan.

tebu.jpg">

Jatuhnya Industri Manis

Pulau Jawa menjadi episentrum industri gula karena lahan subur, irigasi luas, dan tenaga kerja melimpah. Rel kereta api bahkan dibangun khusus untuk mengangkut tebu.

Namun, depresi global menghantam pasar, perang menghancurkan infrastruktur, dan nasionalisasi tanpa transfer teknologi membuat industri ini kehilangan daya saing.

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Diduga Gelapkan Mobil Rental, Kabag Ekonomi Pemko Binjai Jaminkan Mobil Dinas Usai Gagal Tebus Gadai?
Pemain Keturunan Jawa–Jepang Riki Matsuda Ingin Bela Timnas Indonesia
Rico Waas: Gedung Bertingkat Siapkan Sistem Evakuasi ,Gang Kebakaran Tak Boleh Disalahgunakan
Rico Waas Perintahkan Penguatan Total Kesiapsiagaan Bencana
Camat Medan Selayang Ingatkan Pentingnya Kinerja , Regulasi, dan Pengembangan Talenta
Peduli Korban Bencana, Polsek Tanah Jawa Salurkan Bantuan Lewat Tuan Guru Batak
komentar
beritaTerbaru