Kapolrestabes Medan Turun ke Warga, Dengarkan Langsung Keluhan Keamanan di Medan Tuntungan
Posmetro Medan, Medan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya
Medan 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Awal abad ke-20, deru lokomotif pengangkut tebu memecah kesunyian pedesaan Jawa. Buruh-buruh berpeluh mendorong gerobak penuh batang tebu menuju pabrik, sementara asap putih mengepul dari cerobong raksasa.
Hindia Belanda kala itu berada di puncak kejayaan manisnya: salah satu eksportir gula terbesar dunia. Namun, sejarah mencatat, kejayaan itu tidak abadi.
Pada 1930, lebih dari 179 pabrik gula beroperasi di Jawa dengan produksi menembus 3 juta ton per tahun. Sebagian besar diekspor ke pasar internasional, menjadikan Nusantara pilar utama industri gula global.
Baca Juga:
Tetapi hanya dalam hitungan dekade, kejayaan itu runtuh—tersapu depresi ekonomi 1929, perang dunia, dan perubahan kebijakan pascakemerdekaan.
Aktor di Balik Sejarah Gula
Baca Juga:
1. Pemerintah Kolonial Belanda – melalui Agrarische Wet (1870) dan Suiker Wet, membuka jalan bagi investor swasta untuk menguasai lahan.
2. Planters asing – pengusaha perkebunan yang mengendalikan modal, teknologi, hingga jaringan ekspor.
3. Buruh tani Jawa – tulang punggung industri, bekerja dalam sistem padat karya dengan upah minim.
4. Pemerintah RI pasca-1957 – menasionalisasi seluruh pabrik, tetapi kehilangan tenaga ahli setelah planters asing hengkang.
Catatan kronologisnya jelas:
1870: UU Agraria dan UU Gula mengawali liberalisasi perkebunan.
1930: Produksi mencapai puncak, ekspor 1,5–2 juta ton/tahun.
1929–1935: Depresi global mengguncang pasar.
1957: Nasionalisasi pabrik gula, keahlian asing hilang.
1966: Indonesia berhenti menjadi eksportir.
1975: Program Tebu Rakyat Intensifikasi (TRI) gagal memulihkan kejayaan.
tebu.jpg">
Jatuhnya Industri Manis
Pulau Jawa menjadi episentrum industri gula karena lahan subur, irigasi luas, dan tenaga kerja melimpah. Rel kereta api bahkan dibangun khusus untuk mengangkut tebu.
Namun, depresi global menghantam pasar, perang menghancurkan infrastruktur, dan nasionalisasi tanpa transfer teknologi membuat industri ini kehilangan daya saing.
Kebijakan TRI pada 1975 justru memperburuk mutu tebu dan menekan produktivitas. Konsumsi nasional melonjak, sementara produksi tak pernah kembali ke era emas. Dari eksportir raksasa, Indonesia berubah menjadi importir sejak 1966.
Pada 2014, produksi nasional hanya 2,59 juta ton, sementara kebutuhan mencapai 5,7 juta ton. Defisit ini membuka ruang bagi kartel gula, mafia distribusi, hingga permainan politik komoditas.
Cermin Politik Agraria
Industri gula bukan sekadar catatan ekonomi, melainkan refleksi politik agraria Indonesia. Dari tangan kolonial hingga republik, pola penguasaan lahan tak banyak berubah: rakyat tetap buruh, sementara elite—baik planters asing dulu maupun penguasa lokal sekarang—menikmati keuntungan.
Yang berubah hanya wajah aktor. Tuan kebun asing berganti menjadi birokrat, politisi, dan pengusaha nasional. Polanya sama: komoditas dijadikan alat kendali kekuasaan.
Dari Gula ke Sawit: Pola yang Berulang?
Kejayaan gula hanyalah satu bab dari drama panjang perkebunan Indonesia. Setelah runtuhnya "manisnya Jawa", giliran komoditas lain mengambil panggung—tembakau Deli, karet, hingga sawit.
Pertanyaan yang menggantung: apakah sawit hari ini hanya mengulang pola kejayaan sesaat yang rawan runtuh, atau benar-benar mampu menjadi tulang punggung ekonomi bangsa? (Erni Tanjung)
Posmetro Medan, Medan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak hanya
Medan 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Potensi pertanian hortikultura di Kecamatan STM Hulu dinilai memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan me
Sumut 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Berastagi Sebanyak 132 pejabat administrator lingkungan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mengikuti kegiatan Penguatan Komp
Sumut 36 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Simalungun Di bawah kepemimpinan dr H Asri Ludin Tambunan dan Lom Lom Suwondo SS, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mera
Sumut 48 menit lalu
Prediksi Skor dan Jadwal Siaran Brasil vs Maroko di Piala Dunia 2026 Ancelotti Diuji, Singa Atlas Siap Beraksi
Sport satu jam lalu
Prediksi Skor Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026 Pembuktian Magis Murat Yakin di Laga Pertama.
Sport 2 jam lalu
Brimob Polda Sumut dan Warga Bersatu Bersihkan Sungai dalam Gerakan Indonesia Asri.
Medan 2 jam lalu
Laporan Pengeroyokan Mandeg di Polres Belawan Sejak 2025, Korban Apa Harus Viral Dulu?
Peristiwa 2 jam lalu
Genderang perang terhadap narkotika di wilayah hukum Polres Labuhanbatu Selatan (Labusel) kembali memakan korban.
Sumut 2 jam lalu
Lapas Kelas II B Muara Bungo Sosialisasi Bahaya Hanta Virus Kepada Para WBP.
Inter-Nasional 3 jam lalu