Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Deli Serdang– Warga Dusun I Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa hidup dalam keresahan akibat aktivitas gudang cangkang milik PT Universal Gloves (UG) yang berdiri persis di tengah permukiman padat penduduk.
Sejak pembangunan dimulai 15 April 2025, warga sudah menyatakan penolakan. Proses pengerjaan dengan alat berat tanpa pemberitahuan menimbulkan getaran yang merusak rumah, suara bising hingga mengganggu istirahat. Namun protes warga diabaikan, pembangunan tetap berjalan hingga selesai pada 1 September 2025.
Pasca beroperasi, dampak lingkungan semakin parah. Bau busuk menyengat, suara bising bongkar muat, getaran dari alat berat, hingga air sumur berubah warna dan berbau. Warga menduga pencemaran berasal dari aktivitas bongkar muat serta penyiraman tumpukan cangkang menggunakan zat kimia insektisida.
Baca Juga:
Setiap kali warga melapor, perusahaan hanya mengirim staf personalia dengan alasan laporan akan diteruskan ke pimpinan di Singapura.
Janji penyelesaian berulang-ulang tidak pernah terbukti. Bahkan setelah warga melakukan aksi spontan menghentikan aktivitas gudang pada 10 September 2025, jawaban perusahaan tetap sama, pimpinan belum menerima laporan.
Baca Juga:
Ironisnya, alih-alih mencari solusi, dua warga yang ikut aksi justru dipolisikan dengan tuduhan merusak alat berat. Tindakan ini membuat warga merasa kian ditindas oleh perusahaan.
Kecamatan dan DLH Dinilai Abai
Tokoh masyarakat bersama penasihat hukum warga sudah dua kali menyampaikan keberatan resmi kepada Camat Patumbak. Namun hingga kini pihak kecamatan tidak pernah melakukan mediasi. "Aparaturnya malah terkesan tutup mata," keluh warga.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Deli Serdang pun dinilai abai. Tidak ada tindakan tegas meski laporan pencemaran lingkungan sudah disampaikan.
Warga Menuntut Keadilan
Warga menegaskan bahwa perjuangan mereka bukan sekadar soal bau dan kebisingan, melainkan hak atas lingkungan sehat yang dijamin undang-undang.
Mereka mendesak Pemkab Deli Serdang dan aparat penegak hukum untuk turun tangan menghentikan dugaan pencemaran serta menghentikan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan haknya.(Rez)
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut satu jam lalu
Kapolsek Medan Kota Pimpin Pengamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja HKBP Sudirman.
Medan 2 jam lalu
Warga Temukan Mayat &039Pak Ogah&039 Gantung Diri di Bawah Jembatan Titi Kuning Medan.
Peristiwa 2 jam lalu
Pelaku Pencurian Perhiasan dan Pembakaran Rumah Hakim Tipikor Mulai Diadili di PN Medan.
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDANDugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mencuat dan menjadi
Sumut 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat kembali menyalurkan Kado Lebaran Yatim (KLY) kepada 15 siswa yatim di SMP Al Washliyah 8, Senin (11/5/
Medan 16 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Peluang kerja sama strategis antara Pemko Medan dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, semakin te
Medan 17 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pertemuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah
Medan 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sebagai sosial kontrol, media massa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di pusat maupun daerah. Unt
Medan 17 jam lalu
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, Enam Orang Diamankan dan Sejumlah Barang Bukti Narkoba.
Medan 17 jam lalu