Indonesia U-19 Kandas, Erick Thohir: Jam Terbang Perlu Ditambah
Indonesia U19 Kalah 01 dari Australia, Erick Thohir Soroti Jam Terbang Pemain.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Komisi I DPRD Deli Serdang mendesak pimpinan dewan untuk segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dinas terkait menyikapi polemik rencana penutupan atau regrouping salah satu Sekolah Dasar (SD). Langkah ini diambil setelah menerima keluhan dari para orang tua siswa yang menolak rencana relokasi anak-anak mereka ke sekolah lain yang jaraknya dinilai melampaui batas zonasi.
Ketua Komisi I DPRD Deli Serdang dari Fraksi Demokrat, Merry Alfirda Sitepu, menegaskan pihaknya akan memperjuangkan aspirasi orang tua murid yang resah akibat rencana pemerintah kabupaten untuk menutup atau menggabungkan sekolah anak mereka. Menurutnya, rencana pemindahan siswa ke sekolah di kawasan Laudendang yang berjarak 3,5 kilometer menjadi keluhan utama para orang tua.
"Informasi yang kami terima, SD ini rencananya mau di-grouping atau ditutup. Para orang tua mengeluhkan jarak sekolah tujuan yang mencapai 3,5 kilometer," ujar Merry kepada wartawan, Rabu (8/10/2025).
Merry menyatakan, meskipun isu pendidikan merupakan ranah Komisi IV, pihaknya merasa terpanggil untuk menyikapi persoalan ini karena menyangkut hajat hidup masyarakat di daerah pemilihannya. Komisi I telah secara resmi menerima aspirasi para orang tua dan berjanji akan segera menindaklanjutinya.
"Walaupun ini bukan bagian kami, tapi ini adalah bagian kami. Kami harus menerima aspirasi ini," tegasnya.
Selain masalah jarak, Merry juga menyoroti sejumlah persoalan kronis yang sudah lama terjadi di sekolah tersebut. Salah satunya adalah tidak adanya komite sekolah selama hampir 10 tahun, yang membuat peran serta orang tua dalam pengawasan dan pengembangan sekolah menjadi nihil.
Kondisi fisik bangunan sekolah juga disebut sudah tidak layak pakai, namun anehnya sekolah tersebut justru memiliki jumlah siswa paling banyak dibandingkan dua sekolah lain yang berdekatan.
"Ada tiga sekolah di situ, satu sudah tutup, yang satu lagi siswanya tinggal 30. Justru sekolah inilah yang paling banyak siswanya, kenapa tidak dijadikan satu di sini saja? Kenapa harus dipindahkan ke Laudendang?," tanya Merry
Pihaknya akan segera menyurati pimpinan DPRD untuk mengagendakan RDP yang akan menghadirkan Dinas Pendidikan, BPKAD, dan pihak terkait lainnya. Tujuannya adalah untuk meminta penjelasan resmi mengenai dasar kebijakan penutupan atau regrouping tersebut.
"Kami akan sampaikan kepada teman-teman di Komisi IV dan pimpinan untuk segera dilakukan RDP. Permintaan saya paling lama satu minggu ini diagendakan, kalau bisa secepatnya," pungkasnya.(dam/Rez)
Indonesia U19 Kalah 01 dari Australia, Erick Thohir Soroti Jam Terbang Pemain.
Sport 2 jam lalu
Rekayasa pembegalan di Jembatan Lae Renun, Kabupaten Dairi dibongkar kepolisian setempat. Korban bukannya dibegal tapi kalah judol.
Sumut 2 jam lalu
Pria di India Bawa Bungkusan Berisi Kepala Sang Istri ke Kantor Polisi.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Aksi Demonstrasi &ldquoStop MBG dan Turunkan BBM&rdquo Diperkirakan Diikuti 1.500 Massa di Bundaran HI.
Peristiwa 2 jam lalu
Terbukti Curi Kotak Infak Masjid, Ronni Tarigan Divonis 2,5 Tahun Penjara.
Kriminal 2 jam lalu
Timnas Indonesia U19 vs Australia U19 Gol Menit Akhir Pupuskan Harapan Garuda Muda ke Final
Sport 3 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Kepala Bidang Bina Konstruksi Dinas SDABMBK Kota Medan, Fakhrul, secara resmi menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bim
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,SIMALUNGUN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution menyoroti masih terjadinya kelangkaan minyak goreng di Sumut. Pad
Bisnis 3 jam lalu
Bais TBA dan Polda Sumut Putus Jalur Laut Pengiriman PMI Ilegal.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution meminta Pemerintah Kabupaten/Kota segera menyelesaika
Medan 4 jam lalu