Cetak Gol Lagi, Lionel Messi Makin Tak Terkejar Perebutan Top Skor
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam — Ratusan orang tua murid bersama sejumlah aktivis pendidikan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang, Rabu (8/10/2025). Aksi ini dipicu oleh kebijakan "grouping" sekolah dasar yang justru berujung pada penutupan tiga sekolah, termasuk SDN 101778, yang selama ini menjadi tempat belajar anak-anak warga sekitar.
"Kami bukan menolak program grouping, tapi jangan semua sekolah ditutup. Satukan saja di lahan yang sama, biar anak-anak tetap bisa belajar di lingkungan mereka sendiri," tegas Noval, salah satu perwakilan orang tua murid kepada Posmetro Medan di lokasi aksi.
Massa diterima oleh Plt. Kasi Kelembagaan Sarpras SD Dinas Pendidikan Deli Serdang, Arif Budiman, yang menyatakan bahwa aspirasi para orang tua akan dibahas lebih lanjut. "Bapak dan ibu nanti akan kami undang kembali untuk mendiskusikan solusi bersama," ujarnya di hadapan massa.
Namun, karena tidak berhasil bertemu langsung dengan Kadis Pendidikan Deli Serdang, Yudi Hilmawan, massa kemudian melanjutkan aksi ke Gedung DPRD Deli Serdang. Di sana, mereka diterima oleh Meri Alprida Sitepu, Ketua Komisi I DPRD Deli Serdang dari Partai Demokrat.
"Kami akan menyampaikan seluruh aspirasi dan keluhan bapak-ibu kepada Ketua DPRD. Pekan depan akan dijadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait," ujar Meri kepada perwakilan massa.
Tak puas sampai di situ, massa kemudian bergerak ke Kantor Bupati Deli Serdang. Suasana sempat memanas akibat tindakan arogan oknum Satpol PP yang dinilai melakukan intimidasi terhadap peserta aksi. Ketegangan baru mereda setelah Asisten Pemerintahan, Zeilan Abidin Hutagalung, turun langsung menemui dan menerima aspirasi warga.
Dalam tuntutannya, massa mendesak agar pemerintah daerah memeriksa aliran dana BOS SDN 101778, serta menonaktifkan kepala sekolah yang dinilai tidak profesional dan tidak transparan. "Kepala sekolah itu bahkan melarang wali murid merekam atau memfoto rapat sekolah, padahal kami hanya ingin tahu apa yang sedang dibahas," ungkap Johan Merdeka, salah satu aktivis pendidikan.
Sementara itu, Bung Daud dan Bung Johan Merdeka menilai Dinas Pendidikan Deli Serdang telah gagal menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. "Kebijakan mereka justru menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Ini bukti ketidakmampuan dalam mengelola sistem pendidikan dasar di daerah," ujar mereka tegas.
Para peserta aksi berharap Bupati Deli Serdang turun tangan langsung dan menindaklanjuti aspirasi ini secara serius. "Kami hanya ingin anak-anak kami tetap bisa sekolah dengan tenang, tanpa harus jadi korban kebijakan yang tidak jelas," tutup Noval dengan nada kecewa.(Dam/Rez)
Lionel Messi Makin Tak Terkejar! Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 Berubah, Erling Haaland dan Kylian Mbappe Tertinggal.
Sport 4 jam lalu
Hasil Moto3 Belanda 2026 Maximo Quiles Jadi Pemenang, Veda Ega Crash
Sport 4 jam lalu
Hasil MotoGP Belanda 2026 Ai Ogura Juara.
Sport 4 jam lalu
3 Komplotan Pencuri Motor Modus Pesan Hotel di Medan Diringkus, 1 Remaja Wanita
Kriminal 5 jam lalu
Wakapolda Sulsel Tinjau Satkamling Sipakainga di Gowa, Apresiasi Peran Warga Jaga Kamtibmas.
Inter-Nasional 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sikap pejabat publik dalam merespons kritik dan pemberitaan kembali menjadi perhatian. Founder Ethics of Care, Far
Editorial 6 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai DPC PDI Perjuangan Kota Binjai menggelar Musyawarah Cabang SeKota Binjai serta Pendidikan Politik Bagi Pengurus A
Politik 9 jam lalu
Hasil Imbang Austria vs Aljazair Buat Iran Tersingkir dan Gagal ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026.
Sport 14 jam lalu
Kapolda Sumut Pimpin Upacara Pemuliaan NilaiNilai Tribrata, Perkuat Integritas Personel Sambut Hari Bhayangkara ke80.
Medan 14 jam lalu
Pungli di SidebukDebuk Disikat, Gubernur Bobby Nasution Kerahkan Personel Jaga 24 Jam
Sumut 17 jam lalu