Kamis, 12 Februari 2026

Permainan Bahasa Politik di Balik Hilangnya Aroma Teh Sidamanik

Administrator - Kamis, 09 Oktober 2025 10:05 WIB
Permainan Bahasa Politik di Balik Hilangnya Aroma Teh Sidamanik
IST
Kebun Teh Sidamanik.

Gerakan Akar Rumput di Lereng Teh

Keresahan warga kini menjelma menjadi gerakan akar rumput lintas komunitas, melibatkan petani, mahasiswa, guru, dan pemerhati lingkungan. Mereka berhimpun dalam Aliansi Peduli Teh Simalungun, didukung oleh jaringan seperti LRR Indonesia, Green Teachers Indonesia, dan Peduli.

Baca Juga:

Aksi perdana berupa long march penyadaran publik digelar pada 7 September lalu di Sarimatondang. Ratusan warga berjalan kaki sambil membawa spanduk bertuliskan, "Selamatkan Teh Kami, Selamatkan Sumber Air."

"Kami bukan menolak pembangunan, tapi menolak pengabaian," tegas Julius Sitanggang, koordinator aksi. "Teh bukan sekadar tanaman, tapi bagian dari jati diri dan ekonomi lokal," sambungnya.

Baca Juga:

Senandung Diam dari Para Pengambil Keputusan

Beberapa anggota legislatif daerah mengaku telah lima kali lebih mendatangi lokasi kebun, namun hingga kini belum berani mengambil sikap tegas.

"Mereka bilang ini kewenangan pemerintah daerah," ujar salah satu sumber di kalangan legislatif yang enggan disebut namanya.

"Yang lain diam saja. Ya, kita tahulah alasannya," katanya.

Sementara itu, seorang mantan karyawan senior perusahaan perkebunan negara mengingatkan agar kebijakan apapun tidak mengorbankan kepercayaan publik.

"Kalau perusahaan negara kehilangan rasa memiliki dari rakyat, itu tanda bahaya," ujarnya singkat.

Aksi lanjutan rencananya digelar di depan Kantor Bupati Simalungun sebagai bentuk desakan, agar proyek tanam baru di area kebun teh dihentikan sementara, sampai ada kajian ekologis yang transparan dan melibatkan masyarakat.

Lebih dari Sekadar Daun Teh

Bagi warga Sidamanik, perjuangan ini bukan hanya soal mempertahankan daun teh, tapi menjaga sumber air, mata pencaharian, dan masa depan anak cucu.

"Teh kami bukan sekadar komoditas," ujar seorang ibu di tengah hamparan kebun. "Ini napas kami. Kalau teh hilang, Sidamanik akan kehilangan jiwanya. (Erni Tanjung)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir
Bapenda Sumut Bukukan Pendapatan Pajak Daerah Rp5 Triliun Lebih
Menjelang Ramadan dan Lampu yang Kerap Padam: Catatan Reses Munir Ritonga di Mosa Tapanuli Selatan
Pemko Binjai Raih Empat Penghargaan di Bidang Hukum dari Kementerian Hukum Wilayah Sumut
Debu, Kartu BPJS, dan Sekolah yang Ditunggu: Catatan Reses dari Labuhan Batu Raya
Sukseskan  Green Dharma, Pembimas Hindu  Lepaskan  Satwa dan Tanam Pohon
komentar
beritaTerbaru