Bupati Humbahas Serahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 41 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Asahan selama beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Setia Janji dan Kecamatan Buntu Pane.
Akibatnya, jembatan darurat yang menjadi akses utama warga di dua kecamatan tersebut terputus dan hanyut terbawa arus banjir.
Hingga Rabu (15/10/2025), belum ada tanda-tanda pembangunan jembatan pengganti. Kondisi ini membuat sebagian warga nekat menyeberangi sungai berarus deras demi mempersingkat jarak tempuh menuju pusat aktivitas.
Baca Juga:
Fenomena tersebut sempat viral di media sosial melalui unggahan akun Facebook Lusi Ana yang menulis, "Jalan menuju kampungku, jembatan ilang dibawak maling, ehh ilang karna arus banjir."
Unggahan itu pun menuai berbagai komentar, di antaranya dari akun Suyanti Yanti yang menulis, "Loh kak yaa payah lewatnya," dan dibalas oleh Lusi Ana, "Iya kak, kalok gak lewat situ jauh muternya."
Baca Juga:
Dalam video yang disertakan pada unggahan tersebut, tampak seorang warga nekat menyeberangi sungai menggunakan sepeda motor meski arus air cukup deras.
Saat dikonfirmasi, Camat Setia Janji, Erric Yudhistira Nugraha, S.STP, mengaku belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. "Masih di luar kota, bang. Belum dapat laporan. Nanti saya cek dulu ya," ujarnya singkat.
Sementara itu, Heru Rahmadi, warga Desa Silo Tua, membenarkan bahwa banjir terjadi pada Sabtu (11/10/2025) di bawah lokasi proyek pembangunan jembatan baru. Ia menjelaskan bahwa jembatan utama di wilayah tersebut sudah terputus sejak November 2022 akibat banjir besar.
"Sejak itu, warga sudah dua kali membangun jembatan alternatif secara swadaya," kata Heru.
Menurutnya, terakhir kali jembatan darurat dibangun sekitar Mei 2025 dengan bantuan pihak pelaksana proyek dari PT Anugrah Juni Arta Arif. Jembatan itu dibangun tepat di bawah konstruksi jembatan permanen yang sedang dikerjakan.
"Sudah kami laporkan ke pihak pelaksana proyek, tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan dibangun kembali. Kalau mau ke Kisaran atau ke pekan di Sombahuta, kami harus memutar jauh lewat Pondok Dalam, keluar dari arah PKS," keluhnya.
Heru menegaskan, masyarakat siap bergotong royong membantu pembangunan jembatan darurat, namun berharap pihak pelaksana proyek segera mengambil tindakan.
"Kami tahu ada anggaran untuk jembatan darurat. Jadi kami minta pihak PT Anugrah Juni Arta Arif jangan diam saja," ujarnya menutup pembicaraan.(GNR)
Bupati Humbahas Menyerahkan SK Perpanjangan PPPK Paruh Waktu
Sumut 41 menit lalu
Sidang KSOP Belawan, Saksi sebut Penerimaan Jasa Pelabuhan Sudah Disetor ke Negara
Medan satu jam lalu
Tanggapi Dumas Presisi, Polsek Torgamba Amankan ZAS, 1,7 Gram Barang Bukti Disita
Sumut 2 jam lalu
Awalnya Ditangkap Warga Kasus Penggelapan Motor, Pria di Perbaungan Malah Kedapatan Kantongi Sabu
Sumut 3 jam lalu
Mengenal Kombes Pol Alfonso Doly Gelbert Sinaga, Kabidpropam Polda Bali.
Profil 3 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus 2 Pengedar Sabu di Sorkam Barat, 12,50 Gram Barang Bukti Disita
Peristiwa 3 jam lalu
Atas Nama Wali Kota Wesly, Sekda Junaedi Lantik 116 Pejabat Administrasi dan Fungsional Pemko Pematangsiantar
Sumut 4 jam lalu
Polres Pematangsiantar Serahkan Jagung 5,6 Ton ke Bulog, Dukung Program Ketahanan Pangan.
Bisnis 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Batubara Rumah Zakat menyalurkan bantuan kewirausahaan berupa modal usaha kepada delapan pedagang jajanan sekolah di Desa S
Sumut 6 jam lalu
Mobil PLN Hantam Tiang Listrik di Jalan Suprapto, Bagian Depan Hancur.
Medan 7 jam lalu