"Peran akademisi dan mahasiswa sangat strategis dalam membangun narasi tandingan terhadap ideologi kekerasan yang masif dipropagandakan di media sosial. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan pendidikan," tegasnya.
Dalam sesi diskusi, kedua pihak sepakat bahwa upaya pencegahan paham IRET tidak dapat dilakukan oleh aparat keamanan semata, namun memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa — termasuk kalangan akademisi, mahasiswa, tokoh agama, media, dan masyarakat luas.
Baca Juga:
Kegiatan audiensi dan sosialisasi yang berlangsung dengan penuh semangat kebangsaan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan penyerahan cendera mata antara Satgaswil Densus 88 AT Sumut dan jajaran pimpinan UIN-SU Medan.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berkomitmen untuk bersama-sama melakukan pencegahan penyebaran paham IRET di lingkungan kampus, melalui kolaborasi program akademik, penelitian, dan kegiatan pembinaan mahasiswa.
Baca Juga:
(gas)
Tags
beritaTerkait
komentar