Kamis, 11 Juni 2026

Anggota DPRD Kritik Pemprov Sumut Soal Edaran Pembelian Cabai dari Jawa Timur

Administrator - Jumat, 24 Oktober 2025 19:03 WIB
Anggota DPRD Kritik Pemprov Sumut Soal Edaran Pembelian Cabai dari Jawa Timur
Dok/Diskminfo Sumut
Cabai merah dari Pulau Jawa, di Pasar Lau Cih, Medan, baru-baru ini.

"Kami ingin memastikan tidak ada kebijakan yang memberatkan ASN atau merugikan masyarakat hanya karena kelalaian dalam pengelolaan," pungkasnya.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menjamin rencana intervensi pengendalian inflasi dengan membeli cabai merah dari Pulau Jawa tetap lancar dan berjalan baik.

Baca Juga:

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) Swangro Lumbanbatu kepada wartawan di Medan, Kamis (23/10/2025). Ia membantah banyak cabai merah yang rusak. Adapun cabai merah yang rusak hanya sebagian kecil, jumlahnya tidak banyak.

"Menjawab pemberitaan yang menyebut bahwa banyak cabai merah yang kurang baik, kami kira tidak benar, memang ada sedikit cabai merah yang rusak selama perjalanan, jumlahnya tidak banyak, adapun yang rusak sedikit itu akan diretur, karena sesuai dengan kontraknya apabila rusak akan dikembalikan," katanya.

Baca Juga:

Swangro optimis, langkah intervensi ini dapat mengendalikan angka inflasi Sumut. Lagipula, belum semua cabai merah yang datang, masih ada dua tahap lagi. Diharapkan dengan seluruh cabai merah yang akan datang, harga cabai merah dapat berangsur turun.

Oleh sebab itu, Ia mengajak seluruh pihak turut mendukung langkah Pemprov Sumut terkait pengendalian inflasi. "Kami harap semua pihak turut mendukung langkah cepat Pemprov Sumut ini," kata Swangro.

Swangro juga menjamin, petani juga tidak perlu khawatir mengenai langkah Pemprov Sumut ini. Langkah ini tidak akan merugikan petani. Langkah ini semata hanya untuk memenuhi stok cabai merah di Sumut. Mengingat harga cabai merah yang sangat tinggi dan menyebabkan inflasi.

Ia menambahkan, harga jualnya pun masih berada di ambang batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Untuk itu, Ia mengajak petani lokal untuk berkolaborasi dengan Pemprov Sumut. BUMD siap berkolaborasi dengan petani untuk menampung hasil tani dan membelinya dengan harga yang tidak akan merugikan petani.

"Kami juga mengajak petani lokal untuk berkolaborasi, kami juga diamanahkan Pak Gubernur untuk menampung hasil petani lokal saat panen raya atau stok komoditas sedang membludak, sehingga penghasilan yang diterima petani tidak akan rendah, tidak rugi," kata Swangro.

Sebagai informasi, Pemprov Sumut melalui BUMD membeli cabai merah dari Pulau Jawa sebanyak 50 ton sebagai langkah cepat intervensi pengendalian inflasi di Sumut. Cabai merah merupakan salah satu penyumbang inflasi yang cukup tinggi di Sumut. Cabai intervensi pun akan disebar di beberapa pasar di Kota Medan dan Deliserdang.

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Tim PKM LPPM UNIMED Kembangkan Sistem PLTS Portable Alternatif pada Perladangan Cabai
Darma Putra Rangkuti Tegaskan Reses Bukan Sekadar Formalitas Belaka
Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi
Presiden Resmikan Operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih, Deli Serdang Siapkan 394 Koperasi
Bupati Percepat Modernisasi Pertanian Demi Efisiensi dan Produktivitas
Berjemur di Kutalimbaru, Bupati Borong Cabai Petani
komentar
beritaTerbaru