Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 15 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN -Semua pihak dimohon untuk tenang dan tidak berlarut-larut dalam penyelesaian kasus yang berlangsung di Polres Dairi, Sumatera Utara. Sebab, reaksi yang reaktif akan memperburuk keadaan, bahkan berpotensi merugikan semua pihak.
"Sikap menahan diri, tenang dan bijaksana serta tidak mudah mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Sikap reaktif karena berpotensi memperburuk keadaan," kata Dr Dedi Sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area Medan, Sabtu (15/11).
Menurutnya, tindakan reaktif yang emosional tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. "Dialog perlu dilakukan secara terbuka, agar persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga:
Hari mengajak semua pihak untuk berpikir terbuka dan dengan kepentingan bersama serta menghindari tindakan anarki. "Anarki bukanlah solusi atas suatu masalah. Karena sebagai negara hukum, kita memiliki instrumen hukum yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah hukum," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hukum pada hakikatnya diciptakan untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat dan menjamin kesetaraan serta keamanan bagi semua. Dalam kerangka filosofi seperti ini, semua pihak harus menghormati hukum. "Apa yang bisa kita lakukan jika tidak ada supremasi hukum di masyarakat yang ditegakkan dan ditegakkan? Maka masyarakat seperti ini akan hancur oleh ketidakteraturan dan kekerasan yang nyata," ujarnya.
Baca Juga:
Ia menambahkan bahwa menyampaikan aspirasi di tempat umum juga diatur dalam hukum Indonesia dengan cara yang tidak melanggar hukum. "Hukum kehidupan saya bukanlah situasi instan, tetapi yang terbaik dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara."
Sebelumnya, sekelompok orang pernah melawan Mapolres dengan batu dan botol, hingga ia mabuk. Massa menuntut agar PT Gruti dibebaskan dari pihak ketiga.
Akibat tindakan para petugas tersebut, sejumlah orang menderita luka ringan hingga berat. Kasi Humas Polres Diary, IPDA Rinkon Manik, mengatakan setidaknya 10 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
"Sekitar 10 orang mengalami luka-luka akibat aksi massa yang terjadi di Mapolres Dairi. Dua di antaranya mengalami luka di bagian kepala dan telinga dan harus dirawat di RSUD Sidikalang," kata Rinkon.
Kapolres Dairi, termasuk di antara mereka yang dirawat karena luka-luka tersebut. "Tidak ada luka serius," tambahnya.(lam)
Di Hadapan Mahasiswa Al Wasliyah, Kapolrestabes Medan Bicara Bela Negara dan Narkoba.
Medan 15 menit lalu
Pimpinan Sinode GKPS Bergerak Cepat Mengamankan Aset Legal Gereja.
Sumut 22 menit lalu
POSMETRO MEDANSIMALUNGUNPEMATANGSIANTAR Bagi Darma Putra Rangkuti, S.Hut., M.Si., reses bukan sebatas pertemuan, menyerap aspirasi, lal
Sumut 38 menit lalu
POSMETRO MEDAN Di hari Jumat Berkah DPC Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menerima bantuan sosial berupa se
Medan 48 menit lalu
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 17 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 18 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 19 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 21 jam lalu