DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN -Semua pihak dimohon untuk tenang dan tidak berlarut-larut dalam penyelesaian kasus yang berlangsung di Polres Dairi, Sumatera Utara. Sebab, reaksi yang reaktif akan memperburuk keadaan, bahkan berpotensi merugikan semua pihak.
"Sikap menahan diri, tenang dan bijaksana serta tidak mudah mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Sikap reaktif karena berpotensi memperburuk keadaan," kata Dr Dedi Sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area Medan, Sabtu (15/11).
Menurutnya, tindakan reaktif yang emosional tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. "Dialog perlu dilakukan secara terbuka, agar persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik," ujarnya.
Baca Juga:
Hari mengajak semua pihak untuk berpikir terbuka dan dengan kepentingan bersama serta menghindari tindakan anarki. "Anarki bukanlah solusi atas suatu masalah. Karena sebagai negara hukum, kita memiliki instrumen hukum yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah hukum," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa hukum pada hakikatnya diciptakan untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat dan menjamin kesetaraan serta keamanan bagi semua. Dalam kerangka filosofi seperti ini, semua pihak harus menghormati hukum. "Apa yang bisa kita lakukan jika tidak ada supremasi hukum di masyarakat yang ditegakkan dan ditegakkan? Maka masyarakat seperti ini akan hancur oleh ketidakteraturan dan kekerasan yang nyata," ujarnya.
Baca Juga:
Ia menambahkan bahwa menyampaikan aspirasi di tempat umum juga diatur dalam hukum Indonesia dengan cara yang tidak melanggar hukum. "Hukum kehidupan saya bukanlah situasi instan, tetapi yang terbaik dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara."
Sebelumnya, sekelompok orang pernah melawan Mapolres dengan batu dan botol, hingga ia mabuk. Massa menuntut agar PT Gruti dibebaskan dari pihak ketiga.
Akibat tindakan para petugas tersebut, sejumlah orang menderita luka ringan hingga berat. Kasi Humas Polres Diary, IPDA Rinkon Manik, mengatakan setidaknya 10 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
"Sekitar 10 orang mengalami luka-luka akibat aksi massa yang terjadi di Mapolres Dairi. Dua di antaranya mengalami luka di bagian kepala dan telinga dan harus dirawat di RSUD Sidikalang," kata Rinkon.
Kapolres Dairi, termasuk di antara mereka yang dirawat karena luka-luka tersebut. "Tidak ada luka serius," tambahnya.(lam)
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 3 jam lalu
Sejumlah wisatawan dan penggemar olah raga kano asal Inggris didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Pakpak Bharat Maringan Bancin.
Sport 3 jam lalu
Wabup Samosir Bersama Dirjen Hortikultura Kementan Tanam Bawang Putih, Dorong Samosir Jadi Sentra Swasembada Pangan.
Bisnis 4 jam lalu
Polres Karo Ungkap Peredaran Sabu di Kedai Tuak, Seorang Pria Diamankan.
Kriminal 5 jam lalu
Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
Sport 6 jam lalu
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 6 jam lalu
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan moge ilegal.
Inter-Nasional 7 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan mengukuhkan Paskibraka kabupaten Tahun 2026.
Sumut 9 jam lalu
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 10 jam lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 10 jam lalu