Kamis, 02 April 2026

Tembus Medan Berat, Puluhan Prajurit 122/ Tombak Sakti Jalan Kaki 13 KM, Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir di Tapanuli Tengah

Evi Tanjung - Senin, 08 Desember 2025 16:28 WIB
Tembus Medan Berat, Puluhan Prajurit 122/ Tombak Sakti Jalan Kaki 13 KM, Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir di Tapanuli Tengah
Ist
Prajurit TNI dari Satgas Yonif 122/Tombak Sakti( TS), Kodam I/BB, harus berjalan 13 km demi mencapai korban bencana

POSMETRO MEDAN, Tapteng -Sebagai wujud kepedulian akan sesama, sekaligus wujud TNI ada untuk rakyat, puluhan prajurit TNI dari Satgas Yonif 122/Tombak Sakti( TS), Kodam I/BB, kembali terjun ke lokasi terdampak bencana banjir dan longsor yang ada daerah terisolir di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kali ini,dengan berjalan kaki, puluhan personil TNI tersebut melakukan aksi heroik dengan menembus medan berat dan cuaca hujan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana alam di Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Bantuan tersebut berupa logistik bahan makanan untuk masyarakat juga mendirikan dapur umum.

Prajurit TNI tersebut berjalan kaki sekitar 13 kilometer untuk mencapai desa-desa terisolir, seperti Desa Naga Timbul, Desa Mompang, dan Desa Mardame, setelah akses jalan menuju wilayah tersebut terputus total akibat longsor.

Kepada sejumlah awak media, Komandan Satgas Yonif 122/TS Letkol Inf Wahidin Sobar menjelaskan bahwa kondisi lapangan masih sangat menantang, sementara kebutuhan logistik masyarakat semakin mendesak. Oleh karena itu, diperlukan tambahan suplai sembako yang akan dikirim menuju wilayah Sitahuis Khususnya di Desa Mardame, sebagai titik dorong berikutnya sebelum kembali dibawa menuju Desa terisolir lainnya," jelas Komandan Satgas Yonif 122/TS, Letkol Inf Wahidin Sobar, Minggu ( 7/12/2025) sore.

Sambungnya, dari informasi personil yang di lapangan pihak kita juga banyak menerima banyak keluhan masyarakat, mereka tidak pernah mendapat bantuan logistik khususnya di desa Mardame, aliran listrik terputus, akses jalan telah di tutupi tanah longsor, dan untuk

di Desa Mardame Kecamatan Sitahuit, Kabupaten Tapanuli Tengah,ada 12 titik tanah longsor yang mana berakibat

35 unit rumah masyarakat hancur,14 orang meninggal dunia, 2 orang mengalami cidera patah dibagian kaki. " sambungnya.

Selain membawa bantuan logistik sembako,kita juga membawa Starlink kelokasi terisolir.Harapanya, dengan adanya Starlink yang di bawa oleh prajurit TNI dari Bataliyon 122 Tombak Sakti, masyarakat dapat berkomunikasi kepada keluarga mereka yang berada di luar kota dan pihak kita juga mendirikan dapur umum," tambah Letkol Inf Wahidin Sobar.

Di lokasi yang sama, tampak terlihat masyarakat Desa Mardame sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh puluhan prajurit dari Yonif 122/ TS, Kodam 1/ BB tersebut. " Kami mengucapkan terimakasih kepada prajurit - prajurit dari Yonif 122/ TS juga tidak lupa kami mengucapkan terima kasih Kepada bapak Pangdam I BB, yang telah membantu masyarakat baik bantuan logistik sembako dan juga bantuan jaringan WI-FI, dari Kemenhan.

Masyarakat juga berharap,dan minta agar dorongan logistik untuk percepatan perbaikan jalan di Desa Mardame agar segera diperbaiki , sehingga tidak menempuh jarak yang jauh dalam pengambilan logistik, dan bantuan obat -obatan, saat ini kita masih fokus mencari titik lokasi yang baik untuk pendaratan helicopter, untuk lebihnya, para personil kita hanya dapat berjalan kaki puluhan kilometer ke titik sasaran yang memang masih merupakan desa - desa terisolir karena kondisi jalanan yang masih cukup berat dan penuh rintangan untuk dilalui kendaraan.

"Ini komitmen dan pengabdian TNI dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam dan menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana dan misi kemanusiaan di seluruh pelosok tanah air." pungkasnya.( Hap).

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru