Minggu, 29 Maret 2026

Menembus Longsor Demi Kemanusiaan, Brimob Batalyon C Pikul Sembako untuk Santri di Sipirok

Faliruddin Lubis - Senin, 22 Desember 2025 10:18 WIB
Menembus Longsor Demi Kemanusiaan, Brimob Batalyon C Pikul Sembako untuk Santri di Sipirok
IST
Personel Brimob Batalyon C dalam misi tanggap bencana pasca tanah longsor yang melanda wilayah Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (21/12/2025).

POSMETRO MEDAN,Sipirok – Kepedulian dan semangat kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh personel Brimob Batalyon C dalam misi tanggap bencana pasca tanah longsor yang melanda wilayah Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Minggu (21/12/2025).

Di tengah medan berat dan akses jalan yang terputus akibat longsor, personel Brimob bersama TNI, Polri, dan relawan tetap berkomitmen menyalurkan bantuan sembako kepada Pondok Pesantren Sua Tahfizh Mandiri yang berada di Dusun Aek Latong, Desa Marsada.

Kendaraan roda empat yang membawa bantuan terpaksa berhenti sekitar 750 meter dari lokasi pesantren karena tertutup material longsor.

Baca Juga:

Tanpa ragu, seluruh personel memikul sembako secara manual melewati jalur licin dan menanjak demi memastikan bantuan sampai ke tangan para santri. Langkah-langkah berat itu menjadi simbol nyata pengabdian aparat negara kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga:

Wadanyon C Pelopor, Kompol Sarijo, S.Pd., M.H., yang memimpin langsung kegiatan tersebut menegaskan bahwa tugas kemanusiaan tidak boleh terhenti oleh kondisi apa pun.

"Ini adalah panggilan kemanusiaan. Selama masyarakat membutuhkan, kami akan hadir dan berbuat semampu kami. Jarak dan medan tidak menjadi alasan untuk berhenti membantu," ujar Kompol Sarijo.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres Tapanuli Selatan, Kabag Ren Polres Tapsel, Camat Sipirok, Danramil 02/TS, Kapolsek Sipirok, serta Danki 1 Yon C Pelopor, sebagai bentuk sinergi lintas instansi dalam penanganan bencana.

Bantuan sembako yang disalurkan akhirnya tiba dengan selamat dan diterima langsung oleh pihak Yayasan Wakaf Sua Islam Tapanuli. Raut haru dan bahagia terlihat dari para santri dan pengurus pesantren yang selama beberapa hari mengalami keterbatasan logistik akibat akses terisolasi.

Tags
beritaTerkait
Rumah Zakat Salurkan Fidyah  di Desa Batu Hula, Tapanuli Selatan
Kerangka di Sungai Batangtoru Diduga Warga yang Hilang saat Banjir
Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap, Alat Berat Tambang Emas Ilegal Tapsel–Madina Dievakuasi ke Batalyon C Sipirok
Polda Sumut Bongkar Tambang Emas Ilegal Beromzet Miliaran:   17 Orang dan 14 Ekskavator Diamankan
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Hunian Tetap dan Sementara Desa Tolang Julu Tapanuli Selatan
Saat Tambang Emas Martabe Terhenti, Harapan Pekerja Ikut Terpangkas
komentar
beritaTerbaru