Setelah jaringan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara berangsur pulih, fokus pemulihan diarahkan ke Aceh. Dari 289 kecamatan yang ada di provinsi ini, 286 kecamatan disebut telah kembali terlayani. Di Aceh Tamiang, sekitar 91 persen site dari total 88 site Telkomsel telah aktif kembali.
Upaya tersebut ditopang oleh berbagai langkah teknis: penyediaan ratusan unit genset, penguatan transmisi berbasis satelit, sistem cadangan baterai, hingga radio komunikasi di titik-titik prioritas. Semua ini menjadi bagian dari kerja lapangan yang jarang terlihat, namun menentukan keberlangsungan komunikasi di masa krisis.
Baca Juga:
Di luar jaringan inti, Telkomsel juga menghadirkan akses WiFi gratis di 97 titik, yang tersebar di lokasi pengungsian dan posko bantuan 51 titik di antaranya berada di Aceh Tamiang. Fasilitas ini memungkinkan warga untuk tetap berkomunikasi, mencari informasi penting, dan mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga yang terpisah jarak.
Catatan Lapangan: Sinyal yang Mulai Kembali
Baca Juga:
Di sejumlah wilayah lain, tanda-tanda pemulihan mulai dirasakan warga. Keluarga Ibu Maya, pengungsi asal Aceh Tengah yang kini berada di Jalan Medan Area, Medan, mengatakan bahwa jaringan Telkomsel yang digunakan keluarganya perlahan kembali normal. Keluarganya berasal dari Nosar, Takengon, kawasan tak jauh dari pegunungan Aceh Tengah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.
"Sekarang sudah bisa dipakai. Kadang memang masih macet-macet sedikit, tapi sudah jauh lebih baik," ujarnya.
Menurut Ibu Maya, gangguan jaringan yang tersisa umumnya terjadi di wilayah pedalaman, terutama pada akses jalan menuju Nosar, Takengon, (Aceh Tengah) yang sulit dijangkau. Karakter wilayah pegunungan tersebut, yang menyerupai jalur seperti Berastagi, membuat pemulihan jaringan tidak bisa disamakan dengan daerah dataran rendah. Untuk menjangkau beberapa titik terdalam, akses bahkan hanya memungkinkan melalui helikopter.
Tags
beritaTerkait
komentar