Senin, 30 Maret 2026

Memulihkan Sinyal, Merawat Harapan: Catatan Konektivitas Aceh Pasca Bencana

Evi Tanjung - Sabtu, 27 Desember 2025 19:45 WIB
Memulihkan Sinyal, Merawat Harapan: Catatan Konektivitas Aceh Pasca Bencana
Ist
Menyambung kembali yang sempat terputus

POSMETRO MEDAN, Medan -

Bencana selalu datang membawa lebih dari sekadar kerusakan fisik. Ia memutus jalan, merendam rumah, dan pada saat yang sama memisahkan manusia dari satu sama lain. Dalam situasi seperti itu, jaringan komunikasi tidak lagi sekadar fasilitas penunjang, melainkan bagian dari denyut kehidupan sehari-hari-alat untuk berkabar, mengoordinasikan bantuan, dan menjaga harapan agar tetap menyala.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa pekan terakhir menempatkan kebutuhan tersebut pada posisi paling mendesak. Di Aceh, khususnya wilayah yang terdampak cukup parah, konektivitas menjadi isu yang tak terpisahkan dari proses pemulihan.

Baca Juga:

Baca Juga:

Telkomsel mencatat kemajuan dalam upaya normalisasi jaringan telekomunikasi di Provinsi Aceh. Hingga akhir Desember, perusahaan ini menyebut lebih dari 90 persen jaringan di Aceh telah kembali beroperasi, termasuk di wilayah terdampak seperti Kabupaten Aceh Tamiang. Angka ini menjadi penanda bahwa koneksi perlahan kembali terhubung, meski realitas di lapangan menunjukkan proses tersebut berjalan bertahap dan tidak seragam.

Bagi Telkomsel, pemulihan jaringan tidak hanya dipahami sebagai pekerjaan teknis. Nugroho A. Wibowo, Vice President Area Network Operations Sumatera Telkomsel, menyatakan bahwa di balik setiap site yang kembali aktif terdapat kebutuhan sosial yang jauh lebih besar.

"Jaringan bukan sekadar infrastruktur. Di baliknya ada harapan masyarakat untuk kembali berkabar dengan keluarga dan menjalani aktivitas sehari-hari," ujarnya.

Namun, proses tersebut berlangsung di tengah berbagai keterbatasan. Pasokan listrik yang belum sepenuhnya stabil serta akses menuju sejumlah titik terdampak masih menjadi tantangan utama. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan petugas dan keberlanjutan layanan.

Pemulihan yang Bertahap dan Berlapis

Setelah jaringan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara berangsur pulih, fokus pemulihan diarahkan ke Aceh. Dari 289 kecamatan yang ada di provinsi ini, 286 kecamatan disebut telah kembali terlayani. Di Aceh Tamiang, sekitar 91 persen site dari total 88 site Telkomsel telah aktif kembali.

Upaya tersebut ditopang oleh berbagai langkah teknis: penyediaan ratusan unit genset, penguatan transmisi berbasis satelit, sistem cadangan baterai, hingga radio komunikasi di titik-titik prioritas. Semua ini menjadi bagian dari kerja lapangan yang jarang terlihat, namun menentukan keberlangsungan komunikasi di masa krisis.

Di luar jaringan inti, Telkomsel juga menghadirkan akses WiFi gratis di 97 titik, yang tersebar di lokasi pengungsian dan posko bantuan 51 titik di antaranya berada di Aceh Tamiang. Fasilitas ini memungkinkan warga untuk tetap berkomunikasi, mencari informasi penting, dan mengabarkan kondisi mereka kepada keluarga yang terpisah jarak.

Catatan Lapangan: Sinyal yang Mulai Kembali

Di sejumlah wilayah lain, tanda-tanda pemulihan mulai dirasakan warga. Keluarga Ibu Maya, pengungsi asal Aceh Tengah yang kini berada di Jalan Medan Area, Medan, mengatakan bahwa jaringan Telkomsel yang digunakan keluarganya perlahan kembali normal. Keluarganya berasal dari Nosar, Takengon, kawasan tak jauh dari pegunungan Aceh Tengah yang secara geografis memiliki tantangan tersendiri.

"Sekarang sudah bisa dipakai. Kadang memang masih macet-macet sedikit, tapi sudah jauh lebih baik," ujarnya.

Menurut Ibu Maya, gangguan jaringan yang tersisa umumnya terjadi di wilayah pedalaman, terutama pada akses jalan menuju Nosar, Takengon, (Aceh Tengah) yang sulit dijangkau. Karakter wilayah pegunungan tersebut, yang menyerupai jalur seperti Berastagi, membuat pemulihan jaringan tidak bisa disamakan dengan daerah dataran rendah. Untuk menjangkau beberapa titik terdalam, akses bahkan hanya memungkinkan melalui helikopter.

Meski demikian, warga mengakui bahwa sinyal Telkomsel kini sudah dapat digunakan kembali untuk kebutuhan komunikasi dasar. Bagi masyarakat di kawasan pegunungan, pemulihan ini menjadi penanda penting bahwa isolasi perlahan berakhir, meskipun normalisasi belum sepenuhnya rampung.

Konektivitas dan Proses Bangkit

Telkomsel menyatakan akan terus melanjutkan proses pemulihan hingga seluruh jaringan kembali beroperasi optimal, sembari berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. Pendekatan ini, menurut perusahaan, merupakan bagian dari komitmen untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia layanan teknologi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang terdampak bencana.

"Kami percaya bahwa konektivitas adalah bagian dari proses pemulihan itu sendiri. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Telkomsel akan terus menemani masyarakat Aceh untuk bangkit dan melangkah menuju kondisi yang lebih baik," kata Nugroho.

Bencana selalu menyisakan pelajaran. Ia mengingatkan bahwa teknologi, sekuat apa pun, tetap bergantung pada daya, akses, dan kerja manusia. Di antara sinyal yang perlahan kembali dan harapan yang dijahit ulang, pemulihan Aceh, Sumut-Sumatera Barat masih berjalan setahap demi setahap, menyambung kembali yang sempat terputus.(erni)

Tags
beritaTerkait
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
Satgas Kesdam I/BB Terus Berikan Bantuan Kesehatan bagi Warga Terdampak Bencana
Tim ARUS Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Aceh Tengah dengan Penuh Tantangan
UMSU Lepas 5 Tim Lolos Pendanaan Mahasiswa Berdampak Pemulihan Bencana Sumatera
Sekdako Binjai Ikuti Rakor Tindak Lanjut Penanganan Bencana Wilayah Sumut
PEP Rantau Field Salurkan Bantuan Berkelanjutan pada Desa yang Hilang di Aceh Tamiang
komentar
beritaTerbaru