Kamis, 14 Mei 2026

Dari Batubara ke Batangtoru, Langkah Yahdi Khoir di Antara Luka dan Harapan

Faliruddin Lubis - Senin, 12 Januari 2026 19:51 WIB
Dari Batubara ke Batangtoru, Langkah Yahdi Khoir di Antara Luka dan Harapan
Ist/ermi
Yahdi Khoir dan tim

POSMETRO MEDAN,Batangtoru - Senja belum sepenuhnya turun iring-iringan kendaraan berhenti di Lingkungan III, Kelurahan Muara Anpolu.

Di wilayah yang beberapa waktu lalu diterjang banjir bandang dan longsor itu, ratusan pasang mata menunggu dengan sabar. Di sanalah, Ir. Yahdi Khoir Harahap, MBA, Ketua Fraksi PAN DPRD Sumatera Utara, menjejakkan kaki- bukan sebagai pejabat yang datang membawa pidato, melainkan sebagai saudara yang datang membawa kepedulian.

Bersama 28 orang relawan, rombongan yang terdiri dari BM PAN dan PUAN Batubara itu menempuh perjalanan panjang, dari Indrapura, Kabupaten Batubara, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:

Usai bermalam di Padang Sidimpuan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan esok harinya menuju Muara Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan-salah satu kawasan yang mengalami dampak paling serius akibat banjir bandang beberapa pekan lalu.

Sepanjang jalan menuju ke lokasi, luka bencana masih terbuka. Jejak lumpur mengering di halaman rumah warga, sisa genangan air di areal pertanian, serta alat berat yang terus bekerja membersihkan puing-puing infrastruktur menjadi saksi bisu bahwa musibah belum benar-benar berlalu. Alam seakan belum selesai bercerita tentang amarahnya.

Baca Juga:

Disambut Rakyat, Diterima dengan Hati

Rombongan tiba sekitar pukul 10. 00 WIB. Sejak pagi hari, 200 kepala keluarga (KK) telah berkumpul sesuai undangan.

Mereka menyambut kedatangan rombongan dengan wajah lelah yang menyimpan harap. Turut menyambut Lurah Muara Anpolu, Sabar, bersama perangkat kelurahan dan para tokoh masyarakat.

Kegiatan dipusatkan di halaman rumah Darwin Harahap, tokoh masyarakat yang telah menetap di kawasan itu sejak 1986 melalui program transmigrasi lokal. Muara Anpolu memang unik-daerah transmigrasi era Presiden Soeharto yang hingga kini hidup dalam keberagaman. Di sini, suku Batak-Melayu hidup berdampingan dengan warga, membentuk sosial yang rukun di tengah keterbatasan.

Kehadiran Ir Yahdi Khoir bersama jajaran PAN disambut hangat riang sekaligus haru.

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Panitia PMBM MTsN 2 Madina Pastikan Seleksi Transparan dan Sesuai Regulasi
Tunggakan Uang Sekolah Siswa SMP Panca Budi Selesai, Wali Kota Rico Waas Gercep Dan Bukan Omon-omon
PWI Sumut Gelar Family Gathering 4 Juli 2026, Biayanya Rp 20.000 per Orang
Bupati Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Sanksi Berat Bagi ASN Terlibat
Jamin Stok Pangan Aman, Pemkab Labuhanbatu dan Bulog Perkuat Sinergi Hadapi Tantangan Pangan Nasional
Aksi Begal di Binjai, Papan Bunga Minta Tolong Panglima TNI dan Pangdam Hilang
komentar
beritaTerbaru