Rabu, 11 Februari 2026

Hutan Tinggal 10 Persen, Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti Peringatkan Sumut di Ambang Bencana

Faliruddin Lubis - Minggu, 18 Januari 2026 09:44 WIB
Hutan Tinggal 10 Persen, Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti Peringatkan Sumut di Ambang Bencana
IST/Erni
Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) B Komisi, Rudi Alfahri Rangkuti .

POSMETRO MEDAN,Medan- Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) B Komisi, Rudi Alfahri Rangkuti mengatakan, di Sumatera Utara, air tak lagi sekadar mengalir. Ia mengingatkan tentang hutan yang lenyap, tentang kayu-kayu gelondongan yang hanyut bersama arus, dan tentang kebijakan yang terlalu lama diam.

Rudi Alfahri Rangkuti, menyebut satu hal dengan nada tegas, banjir yang berulang bukanlah peristiwa alam semata. Ada jejak manusia di dalamnya dan bukan sembarang manusia.

"Ini bukan kehendak alam. Ini akibat pembiaran, akibat keputusan-keputusan yang kotor, dari pimpinan tangan kotor," kata Rudi, Sabtu pagi, (17/1/2026), saat diwawancarai terkait maraknya pembalakan liar dan kerusakan kawasan hutan di Sumatera Utara.

Baca Juga:

Aktor Besar di Balik Kayu yang Hanyut

Rudi mengapresiasi langkah Mabes Polri yang telah menurunkan satuan tugas khusus dan menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus pembalakan liar. Namun, apresiasi itu disertai peringatan keras.

Baca Juga:

Menurutnya, penegakan hukum akan kehilangan makna bila hanya menyentuh pelaku lapangan, sementara aktor utama-pemilik modal, pemegang izin, dan pihak yang memberi ruang-tetap aman di balik meja.

"Kalau yang ditangkap hanya orang kecil, kejahatan ini terus akan berulang. Yang harus dibongkar adalah siapa yang membiarkan, siapa yang diuntungkan, dan siapa yang melindungi," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Ia menegaskan, pembalakan liar kerap berkelindan dengan izin bermasalah dan pembukaan lahan yang tidak semestinya, bahkan di kawasan tangkapan air yang seharusnya dilindungi ketat.

Tapsel, Taput, dan Luka di Garoga

Rudi secara spesifik menunjuk Tapanuli Selatan dan Tapanuli Utara, khususnya Garoga dan kawasan Batang Toru, sebagai contoh nyata hubungan langsung antara kerusakan hutan dan banjir bandang.

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Menjelang Ramadan dan Lampu yang Kerap Padam: Catatan Reses Munir Ritonga di Mosa Tapanuli Selatan
Ketua Nasdem Binjai Dr Edi Sitepu Meninggal Dunia di Medan
Debu, Kartu BPJS, dan Sekolah yang Ditunggu: Catatan Reses dari Labuhan Batu Raya
Bahas Soal Pemberantasan Narkoba Hingga Jalan Rusak di Sungai Berombang
Bukan Sekadar Industri: Yahdi Khoir Pilih Selamatkan Sungai, Sawah, dan Nafas Hidup Masyarakat
Musda Golkar Sumut Ribut, Puluhan Orang Bawa Petasan Hingga Kayu Saling Kejar
komentar
beritaTerbaru