Diduga Kebal Hukum, Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Amal Tetap Berdiri Megah Meski Pernah Ditindak Satpol PP
Diduga Kebal Hukum, Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Amal Tetap Berdiri Megah Meski Pernah Ditindak Satpol PP
Medan 3 jam lalu
POSMETROMEDAN,Beringin - Bel sekolah berbunyi di SMK/SMA Sinar Harapan Beringin. Suaranya sederhana, namun pagi itu terasa berbeda. Di balik bunyi bel yang biasa menandai dimulainya pelajaran, para pelajar berkumpul di kelas sekolah—datang bukan untuk ujian, melainkan untuk berbincang tentang masa depan mereka sendiri.
Di ruangan itu, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) digelar oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dan Penyuluh Agama Kecamatan Beringin. Para pelajar duduk berdampingan, sebagian masih menyimpan canda khas usia muda, sebagian lain menyimak dengan wajah serius. Mereka mungkin belum sepenuhnya sadar bahwa topik yang dibicarakan hari itu adalah tentang satu keputusan besar yang kerap datang terlalu cepat : Pernikahan Usia Dini.
Fenomena ini bukan cerita baru. Di balik angka dispensasi nikah yang terus tercatat di berbagai daerah, tersimpan kisah tentang bangku sekolah yang ditinggalkan, cita-cita yang terhenti, dan tanggung jawab hidup yang datang sebelum kesiapan tumbuh. Pernikahan, yang sejatinya menjadi awal ketentraman, justru kerap berubah menjadi beban ketika dijalani terlalu dini.
Para penyuluh agama KUA Beringin melangkah ke depan dengan pendekatan yang berbeda. Datang bukan membawa larangan atau vonis. Yang dibawa adalah cerita, pemahaman, dan ajakan untuk berpikir lebih jauh. Pernikahan diperkenalkan bukan sebagai pelarian dari keadaan, melainkan sebagai perjalanan panjang yang menuntut kesiapan lahir dan batin.
Kepala KUA Beringin, Muslim, S.Ag, menyampaikan pesan dengan nada tenang. "Pernikahan itu ibadah jangka panjang. Ia butuh kesiapan usia, ilmu, dan mental. Jangan sampai mimpi kalian berhenti hanya karena tergesa," ucapnya. Kalimat itu tidak menggurui, tetapi menetap—seperti nasihat orang tua kepada anak-anaknya.
Ia menegaskan bahwa masa remaja adalah waktu menanam harapan. Sekolah adalah ruang membangun diri, bukan jalan pintas menuju tanggung jawab yang belum siap dipikul. Menikah adalah pilihan mulia, namun akan jauh lebih bermakna jika dilakukan pada waktu yang tepat.
Pernikahan usia dini sering lahir dari himpitan ekonomi, rapuhnya akses pendidikan, serta pemahaman yang belum selesai tentang makna berumah tangga. Dalam kondisi seperti itu, pernikahan kerap dipilih sebagai jalan keluar tercepat, meski dijalani tanpa kesiapan yang memadai. Di titik inilah, kehadiran negara melalui Penyuluh Agama KUA menjadi penting—bukan hanya mencatat peristiwa nikah, tetapi mencegahnya sejak dini.
Sebagai ikhtiar keluar dari lingkar persoalan tersebut, Penyuluh Agama KUA Beringin menawarkan jalan yang lebih tenang dan berjangka panjang. Melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), remaja diajak mengenali diri, memahami tujuan pernikahan, dan menata masa depan tanpa tergesa. Edukasi keagamaan disampaikan bergantian oleh para penyuluh secara kontekstual, dipadukan dengan penguatan karakter, kesadaran akan pentingnya pendidikan, serta dialog terbuka tentang risiko pernikahan usia dini.
Upaya ini tidak berhenti di ruang kelas. Penyuluh Agama KUA Beringin mendorong kolaborasi dengan sekolah, guru bimbingan konseling, dan orang tua agar pesan yang diterima remaja tidak terputus pada satu pertemuan. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu menjaga remaja tetap berada di jalur pendidikan, sekaligus menyiapkan mereka memasuki pernikahan dengan kesiapan yang utuh.
Langkah tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya penguatan layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi umat. KUA dan penyuluh agama bergerak keluar dari ruang administrasi, hadir di ruang-ruang pendidikan, dan menyapa remaja di awal perjalanan hidup mereka.
Diduga Kebal Hukum, Bangunan Tanpa PBG di Jalan Karya Amal Tetap Berdiri Megah Meski Pernah Ditindak Satpol PP
Medan 3 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Sumatera Utara menggelar talk
Medan 7 jam lalu
Plt Camat Medan Johor Resmi Buka MTQ ke59 Tingkat Kecamatan Tahun 2026MEDAN JOHOR Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kecamatan Medan Johor ke5
Medan 7 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Gelombang pengunduran diri pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas P
Sumut 8 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemko Medan terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatakan pendidikan dan kualit
Medan 8 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Dugaan pencaplokan sebidang tanah milik Pemerintah Kota Medan mencuat di Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah. Tan
Medan 8 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperkuat kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Medan dan Kejaksaan Negeri Belawan untuk m
Medan 8 jam lalu
POSMETROMEDAN, Deli Serdang Lahan seluas 184,1 Ha yang berada di Desa Pamah, Kec Silinda, Kec Sergai masuk dalam area HGU PT Cinta Raja ha
Sumut 9 jam lalu
POSMETROMEDAN, Binjai Satres Narkoba Polres Binjai kembali lagi melakukan penggrebekan terhadap sarang narkoba (GSN) di Jalan Cokelat Gan
Kriminal 9 jam lalu
POSMETROMEDAN, Labuhanbatu Pagi belum sepenuhnya terang ketika seorang ibu di Desa Aek Kuo menggendong anaknya ke atas sepeda motor. Jalan
Sumut 10 jam lalu