Rabu, 11 Februari 2026

Dua Kadis Mengundurkan Diri, Isu “Sakit” di Era Kepemimpinan Bobby Kian Disorot

Evi Tanjung - Selasa, 10 Februari 2026 21:51 WIB
Dua Kadis Mengundurkan Diri, Isu “Sakit” di Era Kepemimpinan Bobby Kian Disorot
Ist
Dua Kadis mengundurkan diri. Ada apa dengan Fitra Kurnia dan Hendra Dermawan

POSMETROMEDAN, Medan – Gelombang pengunduran diri pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Fitra Kurnia serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hendra Dermawan resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Alasan pengunduran diri yang beredar ke publik kembali mengarah pada faktor kesehatan. Namun, fenomena ini justru memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah pejabat di era kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution disebut-sebut "mendadak sakit" atau memilih mundur dari jabatan strategis.

Kondisi tersebut menimbulkan spekulasi publik: benarkah murni karena faktor kesehatan, atau ada tekanan dan persoalan lain yang lebih serius di balik layar pemerintahan?

Baca Juga:

Pengamat kebijakan publik menilai, mundurnya dua kepala dinas penting tidak bisa dilihat sebagai peristiwa biasa. Disperindag ESDM dan PUPR merupakan dua dinas strategis yang berkaitan langsung dengan sektor anggaran besar, proyek infrastruktur, serta pengelolaan sumber daya.

"Kalau satu dua pejabat mundur karena sakit mungkin wajar. Tapi kalau berulang dan terjadi pada pejabat strategis, publik berhak curiga. Bisa jadi ada tekanan kerja yang ekstrem, konflik internal, atau persoalan kebijakan yang tidak sejalan," ujar salah satu pengamat yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga:

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait alasan detail pengunduran diri kedua pejabat tersebut. Gubernur Bobby Nasution juga belum memberikan pernyataan resmi yang menjawab keresahan publik mengenai maraknya pejabat "mendadak sakit" di masa kepemimpinannya.

Masyarakat pun mendesak adanya keterbukaan informasi agar tidak muncul dugaan adanya persoalan non-medis, mulai dari tekanan politik, beban target kerja yang tidak realistis, hingga potensi masalah hukum yang belum terungkap ke publik.

Transparansi dinilai penting agar kepercayaan publik terhadap pemerintahan tetap terjaga, sekaligus memastikan roda birokrasi berjalan sehat, bukan hanya di atas kertas, tetapi juga dalam praktiknya.( Rez)

Tags
beritaTerkait
Zakiyuddin Harahap Ikut Aksi Bersih Sungai Deli
Direktur dan Wadir RSUD Dr Pirngadi Medan Mengajukan Mundur Dari Jabatan, Ada Apa?
Pemko Medan Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Utara
Gubsu Dorong BP Toba Caldera UGGp Pertahankan Green Card, Perkuat Dampak Nyata bagi Masyarakat Danau Toba
Kesaksian Sekretaris PUPR  "Tidak Ingat  Pak.. tak Tahu Pak " Kek Orang Amnesia Berat
Massa Pendemo Tuntut TPL Kecewa Bobby Nasution Tak Hadir, Aksi di Kantor Gubernur Sumut Nyaris Ricuh
komentar
beritaTerbaru