Surat Edaran Wali Kota Medan Dinilai Menyejukkan dan Berorientasi Penataan
POSMETRO MEDANSekretaris Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI ) Kota Medan Ahmad Fauzi Pohan, memberikan apresiasi terhadap langkah Pe
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN-Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, penegakan hukum yang dilakukan aparat selama ini dinilai masih menyentuh kulit luar dan belum menyentuh aktor intelektual di balik perusakan lingkungan tersebut.
Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH pun angkat bicara. Ia dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya mengamankan para pekerjanya saja, tetapi mengejar "Big Boss" atau dalang utama yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.
"Kita minta APH segera mengejar siapa big boss dalang penambang liar yang ada di Madina. Tidak mungkin hanya pekerja saja yang ditangkap, mereka itu hanya orang lapangan. Kita berharap APH mengungkap siapa otaknya, siapa donaturnya," tegas Bachtiar kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga:
Ia juga merasa heran dengan leluasanya alat berat masuk ke lokasi tambang. Padahal, akses menuju medan tersebut dikenal sangat sulit, bahkan bagi petugas sekalipun. Ia menduga ada "main mata" atau pembiaran yang dilakukan oknum tertentu.
"Logikanya, kalau tidak ada modal besar, mana mungkin alat berat itu bisa berjalan di sana. Saya heran, alat berat bisa tiba-tiba masuk, sementara APH saja menuju ke lapangan sulitnya minta ampun. Ini ada indikasi apa, Kok bisa dibiarkan," cetusnya dengan nada bertanya.
Baca Juga:
Lebih lanjut, Bachtiar meminta agar dilakukan pengusutan internal terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi tameng atau membekingi para mafia tambang ini.
"Kita berharap APH juga mengusut siapa aparat-aparat hukum di lapangan yang terlibat. Pasti ada yang membekingi. Kalau tidak ada backing, tidak mungkin mereka berani masuk," tambahnya.
Mirisnya lagi, aktivitas tambang ilegal ini tetap berjalan di tengah situasi daerah yang kerap dilanda bencana alam. Bachtiar menilai para pelaku penambang liar ini sama sekali tidak memiliki empati terhadap keselamatan warga Madina.
"Apalagi ini suasana pasca bencana. Sudah berulang kali kena bencana, masih saja ada yang 'bermain' menambang liar. Risikonya jelas, masyarakat luas yang akan menanggung dampak bencana ke depannya akibat lingkungan yang dirusak. Kita minta APH betul-betul menelusuri siapa otak di belakang ini," pungkasnya.(Dam)
POSMETRO MEDANSekretaris Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI ) Kota Medan Ahmad Fauzi Pohan, memberikan apresiasi terhadap langkah Pe
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDANPraktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, pene
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan merampungkan pembangunan Jembatan Bailey yang menghubu
Sumut 2 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai silaturahmi antara jajaran pengurus Forum Komunikasi Lembaga Adat (For
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Camat Medan Kota, Mhd. Andi Syahputra, S.STP., M.AP., menghadiri Rapat Koordinasi bersama Komisi I DPRD Kota Medan y
Medan 4 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Sebagai wujud kepedulian dan turut berduka cita, Camat Medan Kota Mhd. Andisyahputra, S.STP., M.AP, melalui Sekretar
Medan 5 jam lalu
Kuasa Pelapor Bongkar Dugaan Mafia Hukum Kasus Lahan YPMDU, Diduga Libatkan Anggota DPRD Sumut dari Demokrat
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Madina Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan menjelaskan pengungkapan kasus penambangan emas tanpa izin (PETI) atau t
Peristiwa 6 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pemerintah terus mempercepat pemulihan pascabencana melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonst
Medan 7 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Rapat Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas SDAB
Medan 7 jam lalu