Rabu, 04 Maret 2026

HARI Minta APH Kejar "Big Boss" Tambang Emas Ilegal di Madina: Jangan Hanya Pekerja yang Ditumbalkan

Jafar Sidik - Rabu, 04 Maret 2026 01:10 WIB
HARI Minta APH Kejar "Big Boss" Tambang Emas Ilegal di Madina: Jangan Hanya Pekerja yang Ditumbalkan
(Ist)
Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI) Bachtiar SH

POSMETRO MEDAN-Praktik pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terus menuai sorotan tajam. Pasalnya, penegakan hukum yang dilakukan aparat selama ini dinilai masih menyentuh kulit luar dan belum menyentuh aktor intelektual di balik perusakan lingkungan tersebut.

Ketua Umum Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), Bachtiar SH pun angkat bicara. Ia dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak hanya mengamankan para pekerjanya saja, tetapi mengejar "Big Boss" atau dalang utama yang mendanai aktivitas ilegal tersebut.

"Kita minta APH segera mengejar siapa big boss dalang penambang liar yang ada di Madina. Tidak mungkin hanya pekerja saja yang ditangkap, mereka itu hanya orang lapangan. Kita berharap APH mengungkap siapa otaknya, siapa donaturnya," tegas Bachtiar kepada wartawan, Rabu (4/3/2026).

Baca Juga:

Ia juga merasa heran dengan leluasanya alat berat masuk ke lokasi tambang. Padahal, akses menuju medan tersebut dikenal sangat sulit, bahkan bagi petugas sekalipun. Ia menduga ada "main mata" atau pembiaran yang dilakukan oknum tertentu.

"Logikanya, kalau tidak ada modal besar, mana mungkin alat berat itu bisa berjalan di sana. Saya heran, alat berat bisa tiba-tiba masuk, sementara APH saja menuju ke lapangan sulitnya minta ampun. Ini ada indikasi apa, Kok bisa dibiarkan," cetusnya dengan nada bertanya.

Baca Juga:

Lebih lanjut, Bachtiar meminta agar dilakukan pengusutan internal terhadap oknum-oknum yang diduga menjadi tameng atau membekingi para mafia tambang ini.

"Kita berharap APH juga mengusut siapa aparat-aparat hukum di lapangan yang terlibat. Pasti ada yang membekingi. Kalau tidak ada backing, tidak mungkin mereka berani masuk," tambahnya.

Mirisnya lagi, aktivitas tambang ilegal ini tetap berjalan di tengah situasi daerah yang kerap dilanda bencana alam. Bachtiar menilai para pelaku penambang liar ini sama sekali tidak memiliki empati terhadap keselamatan warga Madina.

"Apalagi ini suasana pasca bencana. Sudah berulang kali kena bencana, masih saja ada yang 'bermain' menambang liar. Risikonya jelas, masyarakat luas yang akan menanggung dampak bencana ke depannya akibat lingkungan yang dirusak. Kita minta APH betul-betul menelusuri siapa otak di belakang ini," pungkasnya.(Dam)

Tags
beritaTerkait
Menembus Area Abu-abu, Drama 12 Jam Perjalanan Kaki dan Penghadangan di Tambang Emas Ilegal Madina
Polda Sumut Sita 14 Eskavator di Tambang Emas Ilegal Madina, 7 Orang Ditangkap
Polda Sumut Resmikan Dua SPPG lagi di Asahan
Polda Sumut Kerahkan 245 Personil Krimsus dan Brimob Tertibkan PETI di Siabu
Polisi Sempat Diintervensi Belasan Orang saat Amankan Ekskavator
Pascabencana, Polda Sumut Amankan 2 Ekskavator Masuk Kawasan Hutan di Madina
komentar
beritaTerbaru