Rabu, 29 April 2026

Bentrokan Berdarah di Lahan Sengketa 366 Hektare di Asahan, Sejumlah Warga Luka Berat

Faliruddin Lubis - Kamis, 05 Maret 2026 10:06 WIB
Bentrokan Berdarah di Lahan Sengketa 366 Hektare di Asahan, Sejumlah Warga Luka Berat
IST
Satu korban terluka saat dirawat akibat bentrokan berdarah di lahan sengketa 366 hektare di Asahan.

POSMETRO MEDAN,Asahan – Bentrokan berdarah terjadi di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) seluas 366,06 hektare yang masih dalam sengketa di Kabupaten Asahan.

Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris sah atas lahan tersebut dilaporkan mengalami luka berat setelah diduga dianiaya oleh ratusan orang yang disebut terkait dengan PT BSP.

Insiden tersebut menyebabkan beberapa anggota kelompok tani dan pihak ahli waris mengalami luka serius. Bahkan, beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang setelah dipukul menggunakan benda keras.

Baca Juga:

Menurut keterangan sejumlah korban di lokasi kejadian, massa datang secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Mereka disebut membawa kayu keras dan pentungan. Delapan orang penjaga kebun palawija dari pihak ahli waris menjadi sasaran pertama dalam aksi penyerangan tersebut.

Warga menyebut penganiayaan di area lahan sengketa itu terjadi tanpa adanya dialog maupun peringatan terlebih dahulu. Aksi perusakan dan pemukulan berlangsung cepat dan disebut berlangsung brutal.

Baca Juga:

Wartawan yang berada di lokasi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BSP belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.

Salah satu korban, Mawardi (47), yang merupakan keluarga ahli waris, mengaku pihaknya selama ini memilih menahan diri dan mengikuti arahan hukum serta pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban sambil menunggu proses persidangan sengketa lahan.

"Kami diminta tetap tenang dan menghormati proses hukum. Kami percaya sengketa ini akan diselesaikan di pengadilan. Tetapi saat kami diam, kami justru diserang. Banyak yang dipukul sampai berdarah," ujar Mawardi.

Ia juga mengungkapkan bahwa seorang kuasa hukum dari pihak ahli waris hampir mengalami patah kaki akibat dugaan pemukulan dalam bentrokan tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Padang Sari, Budi Manurung, yang datang ke lokasi untuk meredakan situasi mengaku hampir menjadi sasaran saat mencoba menghentikan aksi kekerasan terhadap warga.

Tags
beritaTerkait
Rico Waas Tegaskan Reses Bukan Formalitas, Aspirasi Warga Harus Berujung Solusi
Pengendara Sepeda Motor di Asahan Terserempet Kereta Api di Perlintasan Tanpa Plang
44 Bang Napi Asal Sumut Dipindahkan ke Nusakambangan
Warga Namu Ukur Selatan Resah Terduga Pelaku Teror RS Berkeliaran
Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan
Pengemudi Mobil Tabrak Warga Lagi Berolahraga jadi Tersangka, Ini Ancaman Hukumannya
komentar
beritaTerbaru