Pemko Medan Perbesar Porsi Pelatihan Kerja Warga Medan Utara, Naik dari 30 Menjadi 60 Persen
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan – Bentrokan berdarah terjadi di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) seluas 366,06 hektare yang masih dalam sengketa di Kabupaten Asahan.
Sejumlah warga yang mengaku sebagai ahli waris sah atas lahan tersebut dilaporkan mengalami luka berat setelah diduga dianiaya oleh ratusan orang yang disebut terkait dengan PT BSP.
Insiden tersebut menyebabkan beberapa anggota kelompok tani dan pihak ahli waris mengalami luka serius. Bahkan, beberapa korban dilaporkan mengalami patah tulang setelah dipukul menggunakan benda keras.
Baca Juga:
Menurut keterangan sejumlah korban di lokasi kejadian, massa datang secara tiba-tiba dalam jumlah besar. Mereka disebut membawa kayu keras dan pentungan. Delapan orang penjaga kebun palawija dari pihak ahli waris menjadi sasaran pertama dalam aksi penyerangan tersebut.
Warga menyebut penganiayaan di area lahan sengketa itu terjadi tanpa adanya dialog maupun peringatan terlebih dahulu. Aksi perusakan dan pemukulan berlangsung cepat dan disebut berlangsung brutal.
Baca Juga:
Wartawan yang berada di lokasi telah berupaya melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak PT BSP belum memberikan pernyataan resmi terkait peristiwa tersebut.
Salah satu korban, Mawardi (47), yang merupakan keluarga ahli waris, mengaku pihaknya selama ini memilih menahan diri dan mengikuti arahan hukum serta pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban sambil menunggu proses persidangan sengketa lahan.
"Kami diminta tetap tenang dan menghormati proses hukum. Kami percaya sengketa ini akan diselesaikan di pengadilan. Tetapi saat kami diam, kami justru diserang. Banyak yang dipukul sampai berdarah," ujar Mawardi.
Ia juga mengungkapkan bahwa seorang kuasa hukum dari pihak ahli waris hampir mengalami patah kaki akibat dugaan pemukulan dalam bentrokan tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Padang Sari, Budi Manurung, yang datang ke lokasi untuk meredakan situasi mengaku hampir menjadi sasaran saat mencoba menghentikan aksi kekerasan terhadap warga.
Budi mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai perbuatan yang tidak berperikemanusiaan. Ia memastikan pemerintah desa akan melaporkan dugaan penganiayaan berat tersebut kepada aparat penegak hukum.
Menurut keterangan kepala desa, lahan seluas 366 hektare tersebut diklaim sebagai milik keluarga Barita Raja berdasarkan Surat Keterangan Tanah (SKT) tahun 1934. Status lahan eks HGU itu hingga kini masih dalam proses hukum.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT BSP terkait dugaan keterlibatan oknum dalam insiden tersebut. Aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan penyelidikan guna memastikan fakta di lapangan serta menjaga situasi tetap kondusif.(Deteksi)
POSMETRO MEDANMedan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota
Medan 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah perwira tinggi Polri dikabarkan ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Mabes Polri buka suara ter
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDANHampir sebulan setelah apel perdananya, Sumatera Utara sudah punya cukup alasan untuk memberi apresiasi kepada Irjen Pol Sonny
Editorial 6 jam lalu
POSMETRO MEDANTak hanya menggambarkan risiko maut plus jerat hukum, adagium polisi bekerja dengan kaki di atas kuburan dan penjara sejati
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDANDi gedung dewan, kerja legislasi sering tampak seperti urusan yang seolah senyap. Rapat demi rapat, naskah akademik dalam baha
Editorial 11 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mewakili Wali Kota Binjai, Kepala Dinas Pendidikan Kota Binjai, Sofyan Syahputra Siregar, S.STP., M.AP., menghadir
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Galang Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, mengambil langkah cepat menangani dampak banjir yang menyebabkan erosi
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN Sejumlah agen kapal menyebut tagihan jasa pandu dan tunda kapal telah dibayarkan kepada Pelindo melalui sistem Phinnisi. Hal
Sumut 22 jam lalu
POSMETRO MEDAN Ketua Harian DPP Himpunan Aktivis Republik Indonesia (HARI), HM Nezar Djoeli, menyikapi peristiwa penggerebekan Pondok Pes
Sumut kemarin
POSMETRO MEDAN,MEDAN Ketua Forum Wartawan Kejaksaan Sumatera Utara (Forwaka Sumut) , Irfandi, mengajak para wartawan bersama keluarga meng
Medan kemarin