Selasa, 07 April 2026

Viral, Cerobong PKS PTPN IV Ajamu “Menggila”, Debu Hitam Diduga Intai Kesehatan Warga

Evi Tanjung - Senin, 06 April 2026 22:30 WIB
Viral, Cerobong PKS PTPN IV Ajamu “Menggila”, Debu Hitam Diduga Intai Kesehatan Warga
ist
Asap pekat dari cerobong PTPN IV Ajamu

POSMETRO MEDAN, Labuhanbatu Ajamu — Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya postingan akun Fb Aidil Eka dan Subhan Siregar yang memperlihatkan cerobong asap Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PTPN IV Regional II Perkebunan Ajamu mengeluarkan kepulan asap hitam pekat.

Dalam rekaman yang viral tersebut, terlihat jelas semburan asap bercampur debu hitam membumbung tinggi dan menyebar ke area sekitar pemukiman warga.

Fenomena ini langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Warga sekitar mengaku resah dan khawatir terhadap dampak yang ditimbulkan, terutama terhadap kesehatan. Tidak sedikit yang menyebut kondisi ini sudah terjadi berulang kali, namun terkesan luput dari perhatian serius pihak terkait.

"Asap hitam mengepul dari cerobong asap PKS Ajamu tebal kali. Kadang debunya sampai masuk ke rumah. Kami takut dampaknya ke paru-paru, apalagi anak-anak," ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Ajamu Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, Senin, (6/4/2026).

Kepulan debu hitam tersebut diduga berasal dari proses pembakaran boiler yang tidak berjalan optimal. Minimnya pengendalian emisi disinyalir menjadi penyebab utama munculnya asap pekat yang kini menjadi sorotan publik.

Sejumlah warganet pun ramai-ramai mengecam kondisi ini melalui media sosial. Mereka mendesak agar pihak perusahaan segera melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pengolahan limbah udara, serta tidak mengabaikan keselamatan masyarakat sekitar.

Subhan Siregar, pegiat sosial berdomisili di Dusun IV Desa Teluk Sentosa tak jauh dari lokasi PKS PTPN IV Regional II Ajamu mengatakan, "Kita sudah risih juga, debu yg diduga berasal dari PKS PTPN IV AJAMU itu makin menggila, apalagi sebelum lebaran kemaren, debunya kasar- kasar bahkan duduk sebentar di teras rumah kelihatan berjatuhan di baju. Kami masyarakat juga berharap hal-hal seperti ini jangan didiamkan, karna dugaan kita dapat mencemari udara dan menyebabkan sakit pada saluran pernapasan." Ujarnya.

Tak hanya itu, publik juga meminta instansi terkait untuk turun tangan melakukan inspeksi langsung. Dugaan pencemaran udara ini dinilai tidak bisa dianggap sepele, mengingat potensi dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang, seperti gangguan pernapasan hingga penyakit kronis lainnya.

Kadis Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Labuhanbatu, Syahbela Rusli Siregar, dihubungi via WhatsApp mengatakan, "Ijin,silahkan konfirmasi sama pak Edi Martin ya ,Kabid menangani," sebutnya.

Sementara, Edy Martin yang dimaksud, dan juga Kabid Hedy Harahap terkait debu hitam dari cerobong PKS PTPN IV Ajamu tersebut juga belum ada tanggapan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PTPN IV Ajamu viral debu hitam tersebut.

Humas PTPN IV Ajamu, Vino dikonfirmasi via WhatsApp sampai berita ini diturunkan belum juga ada jawaban.

Warga berharap, kejadian ini tidak hanya berhenti sebagai viral semata, namun menjadi titik awal penanganan serius. Mereka menuntut transparansi, tanggung jawab, serta langkah nyata agar kejadian serupa tidak terus berulang dan mengancam kualitas hidup masyarakat sekitar. (KY).

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru