Sabtu, 11 April 2026

Belajar dari Pekanbaru: Rudi Alfahri Rangkuti dan Jalan Panjang UMKM Sumatera Utara

Evi Tanjung - Sabtu, 11 April 2026 07:42 WIB
Belajar dari Pekanbaru: Rudi Alfahri Rangkuti dan Jalan Panjang UMKM Sumatera Utara
ist
Anggota DPRD Sumut Rudi Alfahri Rangkuti

POSMETRO MEDAN, Medan - Gedung DPRD Sumatera Utara tampak lengang.Para wakil rakyat itu sedang berada di luar kota menjalankan kunjungan kerja, menyusuri daerah lain, mencari cermin bagi daerahnya sendiri.Salah satu di antaranya adalah Rudi Alfahri Rangkuti, anggota DPRD Sumut Komisi B dari Fraksi PAN, memilih Pekanbaru sebagai tujuan.

Selama tiga hari, hingga Sabtu, ia bersama rombongan menyambangi mitra kerja mereka di sektor perdagangan dan perindustrian. Bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan upaya membaca denyut ekonomi dari dekat khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mendasarnya sederhana, mengapa UMKM di daerah lain bisa melesat, sementara di Sumatera Utara masih tertatih di banyak sisi.

Baca Juga:

Di Pekanbaru, jawabannya tidak tunggal. Ia tersebar dalam praktik-praktik kecil yang konsisten dan kebijakan yang berpihak.

Rudi menemukan, pelaku UMKM di sana tidak berjalan sendiri. Mereka ditopang oleh sistem. Salah satunya melalui dukungan perbankan, di mana pelaku usaha yang mengakses kredit mendapat subsidi bunga dari pemerintah. Skema ini membuat pelaku UMKM berani berkembang tanpa dihantui beban finansial yang berat.

Baca Juga:

"UMKM di sana tumbuh karena ada keberpihakan nyata. Pemerintah hadir, bukan sekadar mengatur, tapi ikut menanggung risiko," ujar Rudi.

Dari Lidi ke Amerika, dari Madu ke Timur Tengah

Yang menarik, komoditas unggulan UMKM Pekanbaru bukan hanya produk umum. Ada yang sederhana bahkan sering dianggap remeh namun bernilai ekspor tinggi.

Produk berbahan lidi, misalnya, justru menjadi salah satu yang paling diminati hingga menembus pasar Amerika Serikat.

Sementara madu dari daerah itu menempuh jalur perdagangan yang lebih panjang, diekspor ke Malaysia, kemudian dikemas ulang dengan merek lokal, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke pasar Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia.

Strategi itu, menurut Rudi, bukan sekadar soal bisnis, melainkan cara menjaga posisi produk di pasar global.

"Brand diganti di Malaysia untuk menjaga daya saing. Ini strategi dagang yang harus kita pelajari," katanya.

Tak hanya itu, komoditas lain seperti pisang kepok (pisang kipas) juga berhasil menembus pasar Australia. Dengan teknik sederhana digoreng setengah matang lalu dibekukan produk lokal itu mampu memenuhi standar ekspor.

Bahkan, tanaman seperti daun kelor diolah tidak hanya untuk konsumsi, tetapi juga masuk ke industri kecantikan (skin care). Sebuah bukti bahwa nilai tambah bisa lahir dari kreativitas.

Bagi Rudi, kunjungan ini bukan sekadar melihat keberhasilan daerah lain, tetapi juga membaca kekurangan sendiri.

Ia menilai, Sumatera Utara khususnya Medan memiliki potensi besar, namun belum dikelola secara optimal. UMKM masih berjalan sendiri-sendiri, tanpa ekosistem yang kuat dan terintegrasi.

"Kita ingin Medan dan Sumatera Utara bisa lebih maju. Apa yang dilakukan di Pekanbaru bisa jadi contoh," ujarnya ketika dikonfirmasi Sabtu, (11/04/2926) pagi.

Dari hasil kunjungan itu, satu hal menjadi terang, kemajuan UMKM tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari keberpihakan kebijakan, keberanian berinovasi, dan konsistensi dalam membangun pasar.

Rudi menegaskan, langkah selanjutnya adalah mendorong agar praktik-praktik baik tersebut bisa diadaptasi di Sumatera Utara baik melalui regulasi, dukungan pembiayaan, maupun penguatan jaringan pemasaran.

Dari Pekanbaru, Rudi Alfahri Rangkuti membawa satu pesan sederhana namun mendesak,

bahwa kemajuan tidak perlu ditemukan cukup dipelajari, ditiru, lalu disesuaikan dengan keberanian.(erni)

Tags
beritaTerkait
Pelaku UMKM Muda Medan Adela Zahra Aulia: Berawal Dari Jualan Rumahan di Masa Covid-19
Rico Waas Dukung UMKM Medan Naik Kelas
Rico Waas Tutup Ramadhan Fair XX, Transaksi UMKM Capai Rp2,2 Miliar
Relaksasi KUR Pascabencana Mulai Diterapkan, Bank Sumut Petakan Debitur Terdampak di Sumut
Musa Rajekshah Resmikan Sekretariat MES Serdang Bedagai, Apresiasi Peran UMKM Dorong Ekonomi Syariah
PAC PP Medan Polonia Borong Dagangan UMKM untuk Takjil Pengendara
komentar
beritaTerbaru