2 Kg Sabu Asak Bireuen Nyangkut Bandara SSK II Pekanbaru
Gagal Lolos XRay, Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang.
Inter-Nasional 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN– Kinerja Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Provinsi (DK3P) Sumatera Utara kian menuai sorotan tajam. Ketua Komisi III DK3P Sumut, T. M. Yusuf, secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap tumpulnya fungsi lembaga tersebut dalam menjalankan tugas pengawasan dan perlindungan keselamatan pekerja.
Kepada awak media, Jumat (17/4/2026), Yusuf menyatakan, saat ini DK3P Sumut tidak lebih dari sekadar simbol. Tak terlihat daya tekan dan keberanian dalam menindak pelanggaran K3 di lapangan.
Baca Juga:
Ia menilai, banyaknya kasus kecelakaan kerja yang terjadi belakangan ini seharusnya bisa dicegah apabila DK3P menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.
"Ini bukan sekadar soal lemahnya kinerja, tapi soal nyawa manusia. Ketika lembaga yang diberi mandat untuk melindungi pekerja justru tidak hadir saat dibutuhkan, maka kita patut mempertanyakan eksistensinya," tegas Yusuf.
Baca Juga:
Ia juga mengaku, selama ini Komisi III telah berulangkali mendorong langkah-langkah konkret, mulai dari inspeksi lapangan, evaluasi perusahaan berisiko tinggi, hingga rekomendasi penindakan terhadap pelanggaran K3.
Namun, menurutnya, berbagai upaya tersebut kerap terbentur pada minimnya dukungan struktural dan lemahnya komitmen kolektif di internal DK3P.
Ia juga menyoroti adanya kecenderungan pembiaran terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga mengabaikan standar keselamatan kerja. Kondisi ini dinilainya sangat berbahaya karena menciptakan ruang bagi praktik-praktik kerja yang tidak aman dan merugikan pekerja.
"Kita tidak bisa terus menerus membiarkan ini terjadi. Setiap kecelakaan kerja adalah bukti kegagalan sistem. Kalau DK3P tidak mampu bertindak tegas, maka lembaga ini kehilangan legitimasi moralnya," sambungnya.
Lebih jauh, TM Yusuf secara gamblang menyatakan, dirinya tengah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Komisi III DK3P Sumut.
"Kalau di dalam saya tidak bisa bergerak maksimal, maka saya akan keluar. Dan ketika saya di luar, saya pastikan akan menjadi oposisi yang keras. Saya akan bicara lebih lantang, membuka fakta-fakta di lapangan, dan berdiri bersama pekerja tanpa kompromi," tegasnya.
Menurutnya, posisi di luar struktur justru akan memberinya ruang lebih luas untuk mengawal isu-isu ketenagakerjaan tanpa tekanan birokrasi maupun kepentingan tertentu yang selama ini dinilai menghambat gerak DK3P.
Ia juga mengingatkan, keselamatan dan kesehatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan tanggung jawab moral yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan pelaku usaha.
"Jangan jadikan K3 ini formalitas. Jangan tunggu korban berikutnya baru bergerak. Kalau perlu, kita bongkar semua praktik-praktik yang selama ini ditutup-tutupi," katanya dengan nada penuh peringatan.
Yusuf juga mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi total terhadap DK3P. Ia menilai, tanpa reformasi menyeluruh, lembaga tersebut hanya akan menjadi beban tanpa kontribusi nyata bagi perlindungan tenaga kerja.
"Kalau tidak ada perubahan, maka publik berhak mempertanyakan, 'untuk apa DK3P ini ada?' Jangan sampai lembaga ini hanya menjadi stempel tanpa fungsi," tambahnya.
Pernyataan keras ini diprediksi akan memicu dinamika baru dalam dunia ketenagakerjaan di Sumatera Utara. Sikap TM Yusuf yang siap mengambil posisi oposisi dinilai bisa menjadi katalis bagi munculnya gerakan kontrol publik yang lebih kuat terhadap pengawasan K3.(Dam)
Gagal Lolos XRay, Kurir Asal Aceh Bawa 2 Kg Sabu Ditangkap, Polisi Telusuri Asal Barang.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Hasil Lengkap Grup A Piala AFF 2026 Vietnam Borong 7 Gol, Timnas Indonesia Masih Menunggu Giliran
Sport 2 jam lalu
Jaksa Agung memastikan tim 9 tetap menangani perkara eks Jampidsus.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Anggaran Rp27,85 M digelontorkan, sinergitas Pemkab Samosir dan Pemprovsu berlanjut.
Sumut 6 jam lalu
Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pelaku perampokan yang menggasak mobil box JNT Express.
Medan 6 jam lalu
Lapas Kelas I Medan menggelar penyuluhan kesehatan mental di Blok T3, sebuah komitmen mewujudkan kesejahteraan jiwa.
Sumut 7 jam lalu
Kakanwil Ditjenpas Sumut memberikan penguatan tugas dan fungsi di Lapas Tebing Tinggi, menekankan disiplin, keamanan, dan pelayanan prima.
Sumut 8 jam lalu
Jual minuman beralkohol tanpa Izin, pria ini diamankan Polres Sibolga.
Sumut 8 jam lalu
RS Murni Teguh Horas Insani Raih WSO Angels Awards, Wali Kota Wesly Sebut jadi Kebanggaan Kota Pematangsiantar
Sumut 9 jam lalu
Wujud Kepedulian TNI kepada Masyarakat, Babinsa Koramil 15/Dolok Pardamean Kawal Penyaluran BLT Dana Desa
Sumut 9 jam lalu