Minggu, 19 April 2026

Peringati HDSD 2026, Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Hapus Stigma dan Wujudkan Lingkungan Ramah Anak

Faliruddin Lubis - Minggu, 19 April 2026 14:46 WIB
Peringati HDSD 2026, Pemprov Sumut Ajak Masyarakat Hapus Stigma dan Wujudkan Lingkungan Ramah Anak
IST
Staf Ahli I TP PKK Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Titiek Sugiharti Surya menghadiri Peringatan Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026 di Aula Raja Inal Siregar.

POSMETRO MEDAN,Medan – Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Dunia (HDSD) 2026, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mengajak seluruh masyarakat untuk menghapus stigma dan diskriminasi, serta bersama-sama membangun lingkungan yang inklusif dan ramah bagi semua anak.

Ajakan tersebut disampaikan Staf Ahli I Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Titiek Sugiharti, pada peringatan HDSD 2026 yang berlangsung di Aula Raja Inal Siregar (RIS), Sabtu (18/4/2026).

"Anak-anak dengan down syndrome adalah anugerah yang memiliki potensi luar biasa. Mereka membutuhkan dukungan, perhatian, serta kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan berkembang," ujarnya.

Baca Juga:

Titiek menegaskan, peran semua pihak sangat diperlukan, terutama keluarga, masyarakat, dan pemerintah, dalam menciptakan lingkungan yang inklusif, ramah, dan penuh kasih sayang.

Sebagai bagian dari gerakan PKK, pihaknya terus mendorong pemberdayaan keluarga agar mampu memberikan pengasuhan yang tepat, stimulasi yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Baca Juga:

"Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun anak yang tertinggal, termasuk anak-anak dengan down syndrome," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sentra Bahagia Kementerian Sosial RI, Teguh Supriono, menyampaikan bahwa peringatan HDSD 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi dalam mewujudkan Sumut yang inklusif.

"Saat ini Sentra Bahagia belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Semoga ke depan sentra ini dapat menjangkau seluruh daerah di Indonesia," ucapnya.

Ia menekankan, peringatan HDSD bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menghadirkan aksi nyata dalam memberikan pendampingan, tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada keluarga mereka.

"Anak-anak down syndrome memiliki hak sama belajar, bermain, berteman, dan berkarya. Tidak untuk dikasihani tapi diberi kesempatan," pungkasnya.

Tags
beritaTerkait
Pengurus TP PKK Deli Serdang Periode 2025-2030 Dilantik, Bupati Tekankan Sinergi hingga Kecamatan
Tinggalkan Seremonial, Turun dan Berdampak Nyata
Harga Minyak Dunia USD100, Indonesia Pastikan Aman dari Krisis Energi
Sambut Tim Supervisi PKK Sumut, Airin Rico Waas Paparkan Kesiapan Medan di HKG PKK 2026
Ini Daftar Negara Wakil Asia di Piala Dunia 2026, 2 Debutan 2 Masih Jadi Andalan
Longsor di Desa Sembahe, 5 Orang Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru