Kena Lapor, Pengedar Sabu di Rusunawa Diciduk Saat Naik Kereta
Polres Tanjungbalai Ringkus Pengedar Sabu di Rusunawa Sei Raja.
Kriminal 53 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Labuhanbatu — Program Universal Health Coverage (UHC) yang digagas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk memberikan kemudahan berobat gratis bagi masyarakat hanya dengan membawa KTP, kini menuai sorotan tajam di tingkat daerah.
Pasalnya, seorang warga Labuhanbatu membagikan pengalaman pahitnya saat berurusan dengan birokrasi fasilitas kesehatan yang dinilai berbelit-belit dan tidak sinkron dengan jargon "berobat gratis" tersebut.
Keluhan tersebut mendadak beredar di media sosial Facebook setelah diunggah oleh akun atas nama Abim Ramadhan Situmorang.
Baca Juga:
Dalam unggahannya, ia mempertanyakan efektivitas dan aturan turunan dari program UHC Pemprov Sumut yang diterapkan di faskes Kabupaten Labuhanbatu.
Abim menceritakan, kejadian bermula saat dirinya membawa pasien masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Rantauprapat. Saat mendaftar menggunakan program UHC, pihak rumah sakit justru memberikan jawaban yang membingungkan bagi warga awam.
Baca Juga:
"Pihak RSUD Rantauprapat bilang, 'Bisa tapi harus menunggu persetujuan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu, tapi kalau gak disetujui harus berobat UMUM'," tulis Abim dalam unggahannya dua jam lalu, dikutip Sabtu (30/5).
Tak sampai di situ, Abim mengaku dikejutkan dengan adanya telepon dari oknum yang mengaku sebagai pihak rumah sakit. Oknum tersebut menawarkan jasa mengaktifkan BPJS KIS untuk satu Kartu Keluarga (KK) dengan tarif sebesar Rp 300.000.
Enggan membayar pungutan tersebut, Abim memilih mengurus sendiri kartu kepesertaannya. Namun, ia justru di-"pingpong" oleh birokrasi fasilitas kesehatan tingkat pertama di daerah.
Setelah meminta Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kantor lurah, ia mendatangi Puskesmas Sigambal. Pihak Puskesmas Sigambal kemudian mengarahkannya ke Puskesmas Kota. Ironisnya, sesampainya di Puskesmas Kota, pengaktifan tetap gagal.
"Gak bisa diaktifkan, harus ada surat keterangan dokter bahwa pasien gawat darurat. Mau minta surat rujukan periksa ke spesialis penyakit dalam pun gak bisa karena gak ada BPJS," kesal Abim.
Polres Tanjungbalai Ringkus Pengedar Sabu di Rusunawa Sei Raja.
Kriminal 53 menit lalu
Wakil Ketua LPM Kwala Bekala Dorong Tes Urine bagi 2.001 Kepling di Kota Medan.
Medan satu jam lalu
Janji Masuk Kerja di BPJS, Bank Sumut hingga PDAM Berujung Penipuan, Pria Asal Tapsel Rugi Rp 211 Juta.
Peristiwa satu jam lalu
Belasan orang terluka dalam kecelakaan yang melibatkan Bus Damri dan Bus ALS di Tol PalembangIndralaya (Palindra), Ogan Ilir, Sumsel.
Peristiwa satu jam lalu
Tragis, Siswa MAN Tanjungbalai Tewas Tertabrak Truk Tronton Diduga Tabrak Lari di Asahan.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan meresmikan Kolumbarium Taman Abadi Maitreya di Desa Bintang Mer
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang terus memperkuat kolaborasi dengan Baznas Deli Serdang dalam mempercepat p
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Irsan Idris Nasution, memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran maupu
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkunga
Sumut 12 jam lalu
Pria berinisial F (31) diamankan petugas di Dusun I, Desa BulanBulan, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara.
Peristiwa 13 jam lalu