Selasa, 28 April 2026

RDP Pupuk Subsidi di Karo Hasilkan Empat Poin Penting, Ketua DPRD: Petani Dapat Angin Segar

Evi Tanjung - Selasa, 28 April 2026 06:06 WIB
RDP Pupuk Subsidi di Karo Hasilkan Empat Poin Penting, Ketua DPRD: Petani Dapat Angin Segar
ist
RDP DPRD Karo bahas kelangkaan pupuk di Tanah Karo yang terjadi beberapa bulan ini

Posmetro Medan, Karo -Setelah berbulan-bulan mengalami kelangkaan pupuk subsidi, persoalan tersebut akhirnya dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) oleh DPRD Kabupaten Karo. RDP ini digelar menyusul keluhan puluhan warga Desa Munte, Kecamatan Munte, yang sebelumnya melakukan audiensi ke DPRD untuk menyampaikan dampak serius kelangkaan pupuk terhadap pertanian mereka.

Rapat yang berlangsung pada Senin (27/4/2025) itu menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Asisten II Pemkab Karo yang juga tergabung dalam tim KP3, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Sumatera Utara, serta pemerintah desa.

Ketua DPRD Karo, Iriani Br Tarigan, yang memimpin langsung jalannya rapat didampingi Wakil Ketua DPRD Korindo Sembiring, menegaskan bahwa kelangkaan pupuk tidak hanya terjadi di Kecamatan Munte, tetapi juga meluas ke wilayah lain seperti Tigabinanga, Laubaleng, dan Juhar. Padahal, daerah-daerah tersebut merupakan sentra produksi jagung terbesar di Sumatera Utara.

Baca Juga:

"Pupuk untuk tanaman jagung harus diberikan maksimal satu bulan setelah tanam. Jika terlambat, petani berisiko gagal panen," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan PT Pupuk Indonesia wilayah Sumatera Utara, Dani Tambunan didampingi tim,menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi disebabkan oleh faktor alam yang terjadi di Aceh pada tahun sebelumnya. Meski demikian, pihaknya memastikan kondisi stok pupuk di Karo mulai membaik.

"Dalam waktu dekat, akan dikirim sekitar 700 ton pupuk NPK dan total 250 ton urea untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir April," ujarnya.

Kepala Desa Munte juga menyampaikan bahwa setelah audiensi dengan DPRD, distribusi pupuk mulai menunjukkan perkembangan. Hingga saat ini, desa mereka telah menerima sekitar kurang lebih 80 ton pupuk, meskipun masih belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan.

Dari hasil RDP tersebut, disepakati empat poin penting yang dinilai membawa harapan baru bagi petani antara lain seperti

1. Untuk distribusi pupuk urea ke Sumatra Utara dilakukan rerayonisasi dari pupuk Kaltim dan untuk NPK masih dari pupuk Iskandar muda yang saat ini sudah normal kembali.

2. Pemenuhan pupuk subsidi di Kab.Karo

Menjadi prioritas di Sumut dan PT. Pupuk Indonesia akan mengejar ketinggalan penyaluran pupuk ke kab.karo sesuai dengan data RDKK sejak Januari sampai April 2026 dan akan di sampaikan informasi penyaluran kepada stekholder pada bulan mei 2026.

3. Pemerintah Kab.Karo melalui rapat RDP ini meminta kepada PT.Pupuk Indonesia untuk mengevaluasi dan menambah Kouta pupuk subsidi kepada petani yang ada di Kab.Karo

4.Pemerintah Kab.Karo meminta percepatan penyaluran pupuk kepada petani agar masa pemupukan dapat terpenuhi.

Ketua DPRD Karo menyebut hasil RDP ini sebagai "angin segar" bagi para petani yang selama ini terdampak kelangkaan pupuk, dan berharap seluruh pihak dapat segera merealisasikan komitmen yang telah disepakati.(jpg)

Tags
beritaTerkait
Langkah Cepat Atasi Kelangkaan Pupuk Subsidi, Ketua Komisi B DPRD Karo Koordinasi dengan DPR RI
komentar
beritaTerbaru