POSMETRO MEDAN- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Balai Prajurit Kodam I/Bukit Barisan, 16 Mei 2026 berlangsung sukses.
Hadir di sana, Ketua Umum Dr Effendi Muara Sakti Simbolon atau yang tenar dipanggil Effendi Simbolon.
Sebelum Rakernas, keluarga besar Simbolon tersebut menggelar ibadah bersama yang memilih Pdt Budiono Simbolon sebagai pengkhotbah.
Baca Juga:
Hadir di sana, Punguan Silalahi Raja se Kota Medan sebagai boru dan diberi kesempatan ikut memukul gong pertanda dimulainya Rakernas PSBI.
Dalam kesempata itu, Ketua Umum PSBI Effendi Simbolon menyebut saat ini ada 156 wilayah PSBI di Indonesia ditambah PSBI di California, Amerika Serikat.
Baca Juga:
Disebutkan pula, Rakernas tahun 2026 ini merupakan Rakernas ke 19 PSBI.
Effendi Simbolon yang didampingi istrinya Desi Trinita Lumbantobing mengakui momentum Rakernas PSBI untuk saling menghormat hingga sesama marga Simbolon tidak ada jarak maupun sekat-sekat.
Jadi PSBI, tambah Effendi Simbolon, punguan ini lahir dari keberagaman, agama dan latarbelakang maupun status yang berbeda-beda.
Agenda pesta bolon ini, tambahnya pula, rutin digelar sekali dalam 5 tahun.
"Dalam pesta bolon, kita selalu ikut tradisi oppung kita yang dilakukan 700 tahun lalu, misalnya mangalahat horbo (menyembelih atau mengurbankan kerbau)."
Ini, jabar Effendi Simbolon, sebagai simbolisasi rasa syukur kita kepada Sang Pencipta.
PSBI dari total 156 wilayah, namun bisa hadir 101 wilayah, menurut Effendi Simbolon, sebauah kemajuan yang luar biasa.
"Ini bukan tertang politik, tapi hati ke hati antar sesama kita yang bersaudara."
Dia yakin, ribuan marga Simbolon yang hadir di Rakernas itu terkumpul lantaran kita satu keturunan, satu darah, persaudaraan meski beda latarbelakang agama dan keyakinan.
"Seperti pesan Pendeta tadi, bangga menjadi marga Simbolon, bangga jadi anak Tuhan. Bukan kita yang minta kita.marga Simbolon tapi Tuhan yang pilih kita."
Hal yang bikin membanggakan, urai Effendi Simbolon, disaat nilai-nilai yang mulai langka, tapi Simbolon masih bisa mempertahankan kultur maupun kebudayaan yang diturunkan para pendahulu.
Hal lain yang bikin bangga, papar Effendi Simbolon lagi, di California, Amerika Serikat, PSBI di sana punya 400 kk (kepala keluarga (marga Simbolon).
"Tentu ini semua karena kasih Tuhan, pantas kita sampaikan rasa syukur kepadaNya."
Artinya, pesta dalam bahasa batak identik dengan mengucap syukur.
Penerapan sistem 'Dalihan Natolu' seandainya hal ini dijadikan falsafah di Indonesia, mungkin negara ini sudah sangat indah dan luar biasa.(dpt)
Tags
beritaTerkait
komentar