Seperti diketahui, wilayah Sibolga dan sekitarnya baru-baru ini dilanda banjir bandang dan longsor, mengakibatkan ribuan warga mengungsi serta minimnya pasokan logistik di sejumlah titik terdampak.
Terpisah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akhirnya menanggapi video viral terkait warga yang mengambil barang dari sebuah minimarket di Sibolga, Sumatera Utara, setelah wilayah tersebut dilanda banjir bandang dan longsor.
Baca Juga:
BNPB menegaskan bahwa tindakan warga tidak sepenuhnya dapat dikategorikan sebagai penjarahan.
Menurut BNPB, apa yang terjadi merupakan bentuk reaksi spontan masyarakat yang panik dan berusaha mendapatkan bahan makanan demi bertahan hidup di tengah situasi darurat.
Baca Juga:
Pihak BNPB menjelaskan bahwa keterbatasan logistik membuat warga berada dalam kondisi terdesak, terlebih ketika akses menuju Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah terputus selama beberapa hari akibat bencana.
Sejak banjir dan longsor melanda lebih dari sepekan lalu, jalur transportasi utama ke kawasan tersebut lumpuh total.
Distribusi bantuan tidak dapat masuk, sementara stok kebutuhan pokok di masyarakat semakin menipis dan harga bahan makanan melonjak drastis.
Selain itu, kondisi blackout listrik serta terputusnya layanan telekomunikasi membuat warga kesulitan mencari informasi dan akses bantuan.
Fasilitas perbankan pun tidak berfungsi, sehingga masyarakat tidak dapat menarik uang meski masih memiliki simpanan.
Situasi tersebut memicu kepanikan warga dan membuat sebagian dari mereka terpaksa mengambil makanan dari toko terdekat yang rusak akibat bencana.
Tags
beritaTerkait
komentar