POSMETRO MEDAN- Praktik pungli (pengutipan liar) masih terus merajalela. Viral di salah satu obyek wisata pemandian air panas Lau Sidebukdebuk di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Meski praktik pungli ini sudah sering terjadi, ironisnya tidak ada reaksi cepat dari pejabat setempat untuk memberantas hal ini.
Baca Juga:
Sebagaimana sebuah postingan anonim di Facebook @Erianto Perangin Angin yang terlihat POSMETRO MEDAN Rabu 3 Juni 2026.
"Kek mana mau merdeka, kalo kek gini? Kek mana mau maju wisata Tanah Karo? Kasian yang mau wisata ke Debukdebuk. Harus bayar uang masuk 2x. Manalah bupati ini?" tulis pemilik akun.
Baca Juga:
Atas praktik pungli itu, kini viral dan bersiliweran di media sosial seperti Twitter, Instagram hingga Facebook.
Di media sosial (medsos) itu tampak terlihat seorang wanita yang berteriak menggerutu atas kutipan yang dinilainya sebagai praktik pungli.
Dalam teriakan wanita itu, dirinya yang sedang menaiki kendaraan pribadi roda empat mengaku dua kali menjadi pungli saat menuju lokasi pemandian panas Sidebukdebuk.
Siapa yang mengutip? Menurut video yang beredar, praktik pengutipan liar itu diduga dilakoni masyarakat setempat, bukan petugas resmi dari pemerintah setempat.
"Bayar masuk di depan, kita ada barcode. Eh pas bayar ke 2 kita diminta 100 ribu. Dapat karcis masuk, barcode pun tak ada. Katanya resmi. Resmi punglinya!" teriak wanita itu.
Tags
beritaTerkait
komentar